ENREKANG – Setelah lebih dari satu dekade “tidur panjang”, lift gedung utama RSUD Massenrempulu (Maspul) akhirnya kembali berfungsi. Sejak 5 Januari 2026, alat ini kembali siap mengangkut pasien dan petugas ke lantai 2, mempersingkat perjalanan yang dulu harus memutar jauh lewat lift alternatif.

Plt. Direktur RSUD Maspul, drg. Rahmad R, Sp.B.M.M, tampak sumringah saat menjelaskan kemudahan baru ini kepada wartawan, Kamis (26/2/26).

“Alhamdulillah sekarang liftnya sudah berfungsi kembali. Ini jadi jalan pintas pasien untuk mendapatkan perawatan, misalnya ke laboratorium, tanpa harus muter-muter jauh. Sekarang pasien jauh lebih nyaman,” kata drg. Rahmad.

Lift baru ini muat satu pasien dengan ranjang atau kursi roda, lengkap dengan pendampingan petugas kesehatan. Tak hanya fungsional, lift ini juga bakal jadi media informasi: setiap dinding akan dibungkus branding RSUD Maspul, mulai dari visi-misi, jenis pelayanan, hingga tips untuk pasien dan keluarga.

Sejak drg. Rahmad memimpin sebagai Plt. Direktur, pelayanan RSUD Maspul semakin rapi dan profesional. Salah satunya lewat penerapan sistem KRIS (Kelas Rawat Inap Standar), yang kini sudah diterapkan di atas 60% kamar rawat inap.

Bagi yang belum familiar, KRIS adalah sistem standarisasi fasilitas rawat inap bagi peserta BPJS/KIS. Tujuannya sederhana: pelayanan setara dan berkualitas untuk semua pasien JKN. Standar ini meliputi 12 aspek, seperti outlet oksigen, nurse call, tirai anti-bakteri, suhu ruangan stabil, dan fasilitas lainnya yang memastikan kenyamanan pasien.

Dengan lift yang kini berfungsi dan KRIS yang mulai diterapkan, RSUD Maspul bukan cuma mempermudah akses, tapi juga menegaskan kualitas pelayanan bagi pasien. Kalau dulu naik lantai dua butuh perjuangan, sekarang cukup tekan tombol, dan perawatan berkualitas langsung menanti. (ZF)