Makassar, Katasulsel.com β€” Lahan sempit di lorong-lorong Kota Makassar kini mulai hidup lagi. Pekarangan rumah, sudut gang, sampai tanah kosong yang dulu terbengkalai, sekarang pelan-pelan berubah jadi kebun sayur, kolam ikan, sampai kandang ayam skala kecil.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta semua camat dan lurah ikut bergerak mendorong pertanian perkotaan atau urban farming ini supaya makin jalan. Bahkan hasilnya diarahkan untuk menyuplai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

β€œBertani di kota itu bukan cuma tanam-tanam, tapi bagaimana lahan kecil bisa jadi sumber makan dan tambahan penghasilan warga,” kata Munafri di Makassar, Sabtu.

Di sejumlah lorong, warga sudah mulai menanam kangkung, bayam, cabai, hingga memelihara ikan dan ayam dalam satu lahan kecil. Di Kecamatan Tamalate misalnya, kelompok warga sudah bisa panen kangkung tiap 20 sampai 21 hari dengan hasil mencapai sekitar 150 kilogram, yang sebagian sudah terserap pasar dan kebutuhan dapur MBG.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Yang menarik, satu lahan kecil kini bisa menghasilkan banyak kebutuhan sekaligus. Ada ikan di kolam, sayur di atas, ayam di samping, semua jalan dalam satu sistem sederhana yang dikelola warga.

Di sisi lain, sampah dapur juga mulai dimanfaatkan. Sisa makanan tidak lagi dibuang, tapi diolah jadi pupuk kompos untuk kembali dipakai di kebun warga, sehingga siklusnya terus berputar dari tanam, panen, makan, lalu kembali jadi pupuk.

Pemkot Makassar juga menekankan peran camat dan lurah untuk turun langsung mendampingi warga agar program ini tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi jadi gerakan bersama di tingkat lorong.

Selain pangan, Pemkot juga mulai mendorong pengembangan tanaman herbal seperti jahe, kunyit, dan tanaman obat lainnya agar tiap wilayah punya ciri khas tersendiri. (*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita