Sidrap, katasulsel.com – Lantai lima Gedung Rektorat UMS Rappang siang itu panas… eh, maksudnya ramai banget. Rektor Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad tersenyum sambil jabat tangan Mister Chang Kuo An, tamu spesial dari Taiwan, yang datang untuk “silaturahmi tapi serius bahas magang internasional”.

Bukan cuma itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, ikut nimbrung, plus Direktur Politeknik Dewantara Palopo, Dr. Suaedi. Para dekan, wakil dekan, sampai kaprodi hadir lengkap, seolah lagi photoshoot resmi tapi santai.

Intinya: UMS Rappang lagi all out dorong program magang mahasiswa ke luar negeri. Hampir semua prodi berpeluang ikut. Yang sudah jalan? Vokasi Seni Kuliner, Bisnis Digital, dan Pendidikan Bahasa Inggris.

Prof. Jamaluddin menegaskan, magang itu bukan sekadar duit. “Yang penting mahasiswa belajar disiplin, budaya kerja, dan skill bertaraf internasional. Gaji? Bonus!”

Eh, tapi bonusnya lumayan juga: kata Mister Chang, mahasiswa bisa dapat Rp 7 juta per bulan plus lembur. Masih mending kan daripada kerja part-time di mall sambil ngantuk?

Mahasiswa bakal ditempatkan sesuai jurusan: logistik, perhotelan, restoran, match banget sama skill mereka. Selama magang, biaya hidup dijamin oleh mitra, mahasiswa cuma tanggung dokumen administratif: paspor, vaksin, medical check-up, dan TOEFL.

Dr. Andi Lukman bilang, program ini sejalan sama Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). “Mahasiswa bisa ambil sampai 60 SKS di luar prodi. Jadi belajar sambil kerja nyata, karakter terbentuk, skill naik kelas!”

Hasil monitoring di Taiwan? Mahasiswa UMS Rappang ngacir banget, adaptasi standar kerja internasional tanpa drama. Taiwan memang terkenal disiplin, tapi mahasiswa kita katanya malah “nyetel” cepat, bikin mentor senyum-senyum kagum.

Jadi begini logikanya: mahasiswa pulang, kantong penuh, otak cerdas, sertifikat internasional di tangan. Kalau ditanya pengalaman? Bisa jadi konten viral di TikTok atau Instagram.

Intinya: magang bukan cuma pengalaman, tapi prestige, skill booster, dan duit jajan tanpa harus pusing mikirin kos dan makan. UMS Rappang benar-benar bikin mahasiswa “naik kelas” sebelum lulus.

Kalau begini, magang internasional di Taiwan bukan sekadar program kampus, tapi sudah jadi lifestyle mahasiswa hits. (*)