Edy Basri EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 372 Lihat semua

Jakarta , katasulsel.com — Nama Veda Ega Pratama kini menjadi sorotan dunia. Debutnya di Moto3 2026 bersama Honda Team Asia tidak sekadar tampil, tapi mencuri perhatian media internasional. Balapan pertamanya di Grand Prix Thailand, 1 Maret 2026, menyisakan catatan yang menjanjikan: finis kelima dengan lap tercepat hanya terpaut 0,104 detik dari lawan top dunia.

“Ini debut saya di kejuaraan dunia, dan saya rasa kami telah bekerja sangat baik bersama tim. Banyak hal yang saya pelajari dari balapan ini,” ujar Veda melalui rilis resmi tim.

Veda, 19 tahun, bukanlah pendatang baru di dunia balap. Ia menjuarai Asia Talent Cup 2023, runner-up Red Bull Rookies Cup 2025, dan menempati peringkat 10 Junior GP 2025. Mental bertanding dan kemampuan membaca tikungan membuatnya tampil percaya diri di tengah tekanan balapan dunia.

Di Thailand, Veda sempat mempertahankan posisi kelima sejak lap pertama, bertarung ketat dengan Ryusei Yamanaka, David Munoz, dan Alvaro Carpe. Pada Lap 7, ia berhasil naik ke posisi ketiga sebelum melebar di Tikungan 5, sebuah pelajaran berharga untuk pengalaman Moto3 selanjutnya.

Media Jerman, Speedweek, menyebut debut Veda mirip dengan Maximo Quiles, debutan terbaik 2025 binaan Marc Marquez. “Veda finis kelima, di depan Brian Uriarte. Lap tercepatnya hampir menyamai Perrone dari Argentina. Ini menunjukkan ia kompetitif dengan kandidat juara dunia,” tulis mereka.

Pengakuan ini menegaskan bahwa talenta Asia, khususnya Indonesia, bisa bersaing di level global, bahkan di lintasan yang biasanya dikuasai pembalap Eropa dan Amerika Latin.

Keberhasilan Veda juga tidak lepas dari tim Honda Team Asia. Strategi balapan, setelan motor, dan analisis data dari

latihan bebas membantunya menyesuaikan diri dengan karakter sirkuit internasional. Tim ini membuktikan bahwa investasi dalam pembalap lokal Asia membuahkan hasil nyata.

Selain teknik, mental Veda menjadi kunci. Ia mampu mengendalikan emosi di tengah tekanan, membaca peluang overtake, dan menjaga fokus hingga garis finis. Semua ini membuatnya jadi sorotan penggemar dan analis balap motor internasional.

Debut Veda di Moto3 bukan sekadar catatan statistik. Ia menjadi simbol kebangkitan pembalap Indonesia di kancah dunia. Keberhasilan ini memberi inspirasi bagi generasi muda pembalap lokal, bahwa kerja keras, strategi, dan disiplin bisa menembus batas nasional.

Veda kini menduduki posisi kelima klasemen sementara dengan 11 poin. Fokusnya tertuju pada seri berikutnya di Brasil (20–22 Maret 2026), di mana ia menargetkan peningkatan performa di tikungan cepat dan manuver overtake.

Para analis balap motor percaya, jika konsistensi dipertahankan, Veda berpeluang menjadi kandidat juara dunia Moto3 dalam beberapa tahun ke depan. Kecepatan, strategi balapan, dan mental baja menjadikannya pembalap yang tidak bisa diabaikan.

Debut yang gemilang ini menunjukkan bahwa Indonesia punya talenta balap yang siap bersaing dengan dunia. Bukan hanya sekadar prestasi individu, tapi juga kebanggaan nasional yang membuka peluang sponsor, teknologi balap, dan dukungan tim internasional.

Veda Ega Pratama, dengan kecepatan, fokus, dan keberanian, telah menandai awal era baru balap motor Indonesia di panggung dunia. Moto3 2026 bukan hanya balapan; ini adalah panggung bagi talenta Asia, yang kini diperhitungkan.(*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.