WAJO, Katasulsel.com — Arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah mulai terasa. Jalanan di Kota Sengkang perlahan dipadati kendaraan.
Mengantisipasi kemacetan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wajo langsung bergerak. Rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) pun mulai diberlakukan di sejumlah titik rawan.
Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Riyanda Putra, mengatakan kebijakan ini difokuskan di wilayah inti kota, khususnya Kecamatan Tempe.
“Rekayasa ini untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang masuk ke Sengkang saat arus mudik,” ujarnya, Senin, 16 Maret.
Salah satu jalur yang kini diberlakukan sistem satu arah yakni dari Jalan Jenderal Sudirman, melintasi kawasan Tugu Adipura, hingga menuju Jalan Andi Ninnong (RTH).
Menurut Riyanda, skema ini diterapkan di enam titik yang selama ini dikenal rawan macet.
Bukan tanpa alasan.
Dengan sistem satu arah, kapasitas jalan bisa meningkat hingga 40 persen. Arus kendaraan menjadi lebih lancar, sekaligus menekan potensi kecelakaan.
“Tujuannya jelas, untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, terutama menjelang puncak mudik dan libur Lebaran,” jelasnya.
Pantauan arus kendaraan juga dilakukan secara intensif. Petugas disiagakan di Pos Terpadu yang berada di Jalan Andi Panggaru, tepat di samping Kantor Bank Mandiri Sengkang.
Dari titik itu, pergerakan kendaraan dipantau real-time.
Satlantas berharap, dengan rekayasa ini, arus mudik di Wajo bisa tetap terkendali—tanpa kemacetan panjang, tanpa insiden yang tak diinginkan.
Mudik pun diharapkan tetap aman. Sampai tujuan. Tanpa drama di jalan.(*)


Tinggalkan Balasan