Edy Basri EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 325 Lihat semua

SENGKANG — Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, kebahagiaan sederhana namun sarat makna hadir di Pondok Pesantren Hidayatullah, Desa Mario, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo.

Bukan sekadar kegiatan berbagi. Ada kisah haru di baliknya.

Serda Syarifuddin, anggota Koramil 1406-02/Tanasitolo, datang membawa makanan berbuka puasa dan santunan untuk anak-anak yatim. Namun lebih dari itu, ia datang untuk menunaikan sebuah janji yang pernah ia panjatkan dalam doa.

Janji seorang ayah.

Beberapa waktu lalu, Syarifuddin bernazar: jika suatu hari anak sulungnya berhasil menjadi prajurit TNI, maka ia akan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Nazar itu akhirnya terjawab ketika putranya, Muhammad Hafid, dinyatakan lulus sebagai Bintara TNI tahun 2026.

Momen kelulusan itu bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi alasan untuk menebar kebahagiaan kepada orang lain.

Di halaman pondok pesantren, suasana hangat terlihat saat paket makanan berbuka puasa dan santunan dibagikan kepada para santri yatim. Senyum mereka seakan menjadi saksi bahwa kebahagiaan akan terasa lebih berarti ketika dibagikan.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah, Muh. Idris, menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat ini pondok tersebut membina sekitar 15 anak yatim dengan lima orang pembina.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Serda Syarifuddin yang telah berbagi di tempat kami. Semoga segala urusannya diberkahi Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga mendoakan agar putra Syarifuddin yang baru lulus menjadi prajurit TNI diberi kesehatan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas menjaga negara.

Bagi Serda Syarifuddin, hari itu mungkin bukan sekadar menunaikan nazar. Ada rasa syukur yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Dari doa seorang ayah, lahir kebanggaan keluarga.
Dari kebanggaan itu, mengalir kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Di bulan Ramadan, kisah ini menjadi pengingat sederhana:
bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang bagaimana kebahagiaan itu dibagi. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.