Konawe, katasulsel.com – Isu tambang kembali memanas di wilayah Konawe, khususnya di Kecamatan Routa. Aktivitas penambangan nikel oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) kini jadi perbincangan warga, menyusul belum terlihatnya realisasi pembangunan smelter yang dulu dijanjikan.

Di tengah geliat tambang yang terus berjalan, publik Konawe justru mempertanyakan komitmen hilirisasi. Sebab, yang tampak di lapangan hanyalah aktivitas pengerukan dan pengiriman ore, tanpa tanda-tanda pembangunan pabrik pemurnian.

Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Sulawesi Tenggara (Ampuh Sultra) menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyuarakan hal ini. Mereka menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang seharusnya menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat lokal.

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, menegaskan bahwa masyarakat Konawe sejak awal memberi dukungan karena adanya janji pembangunan smelter di Routa. Namun, hingga kini janji tersebut belum terealisasi.

“Yang terjadi sekarang justru aktivitas tambang terus berjalan. Sementara smelter yang dijanjikan belum terlihat. Ini yang membuat masyarakat mulai mempertanyakan,” ujarnya.

Data produksi yang mencapai jutaan ton semakin memperkuat kekhawatiran warga. Mereka menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka Konawe hanya akan menjadi daerah penghasil bahan mentah tanpa mendapatkan manfaat maksimal dari sektor industri.

Ampuh Sultra pun mendesak pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk segera turun tangan. Evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha pertambangan dinilai perlu dilakukan, termasuk kemungkinan penghentian sementara aktivitas jika komitmen smelter tidak dipenuhi.

“Kalau janji awalnya membangun smelter, maka itu harus ditepati. Kalau tidak, pemerintah wajib mengevaluasi bahkan menghentikan aktivitasnya,” tegas Hendro.

Bagi masyarakat Konawe, persoalan ini bukan sekadar tambang. Ini tentang masa depan daerah. Tentang apakah sumber daya alam bisa benar-benar memberi kesejahteraan, atau hanya habis tanpa jejak nilai tambah.

Kini sorotan tertuju pada langkah pemerintah. Tegas atau tidak, akan menentukan arah pengelolaan tambang di Konawe ke depan. (*)

Gambar berita Katasulsel