Wajo, katasulsel.com — Kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menunjukkan sinyal penguatan yang signifikan. Berdasarkan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Wajo ditetapkan sebesar Rp243,61 miliar, meningkat 30,31 persen dibandingkan dengan tahun anggaran sebelumnya.

Peningkatan tersebut mencerminkan keberhasilan Pemkab Wajo dalam memperbaiki struktur pendapatan daerah sekaligus memperluas ruang fiskal. Di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rosman, pemerintah daerah dinilai mulai memetik hasil dari kebijakan pengelolaan PAD yang lebih terarah dan berbasis kinerja.

Hingga Januari 2026, realisasi PAD Wajo tercatat telah mencapai Rp191,23 miliar atau sekitar 78,5 persen dari target PAD 2025. Capaian ini terbilang tinggi jika dibandingkan dengan pola realisasi pendapatan daerah yang umumnya meningkat di semester akhir tahun anggaran.

Dari sisi komposisi, PAD Wajo pada 2025 ditopang oleh sejumlah pos strategis. Retribusi daerah menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp93,22 miliar, menunjukkan optimalisasi pelayanan publik dan pemanfaatan fasilitas milik daerah yang semakin efektif.

Kontribusi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tercatat sebesar Rp20,18 miliar. Angka ini menandakan adanya perbaikan tata kelola aset produktif pemerintah daerah.

Sementara itu, lain-lain PAD yang sah menyumbang Rp12,23 miliar, dan pajak daerah berkontribusi Rp6,56 miliar. Meski porsinya belum dominan, sektor pajak daerah tetap dipandang sebagai indikator penting pertumbuhan aktivitas ekonomi lokal dan tingkat kepatuhan wajib pajak.

Bupati Wajo Andi Rosman menegaskan bahwa peningkatan PAD bukan semata soal mengejar target angka, melainkan bagian dari upaya membangun kemandirian fiskal daerah secara berkelanjutan.

“Penguatan PAD adalah fondasi agar daerah memiliki ruang gerak yang lebih luas. Dengan pendapatan yang kuat, kita bisa mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Andi Rosman.

Dalam perspektif kebijakan publik, capaian PAD ini juga mencerminkan penerapan pendekatan performance-based budgeting, di mana efektivitas dan akuntabilitas menjadi indikator utama pengelolaan keuangan daerah.

Realisasi PAD yang tinggi sejak awal tahun anggaran turut memperkuat stabilitas fiskal Pemkab Wajo. Dengan kapasitas fiskal yang lebih solid, pemerintah daerah dinilai memiliki fiscal space yang memadai untuk membiayai program prioritas tanpa tekanan berlebih pada belanja daerah.

Ke depan, tantangan Pemkab Wajo adalah menjaga konsistensi tren positif ini sembari mendorong diversifikasi sumber PAD. Digitalisasi sistem pemungutan, intensifikasi pajak dan retribusi, serta penguatan kinerja BUMD menjadi langkah strategis yang terus didorong.

Dengan capaian tersebut, strategi fiskal Pemkab Wajo di bawah kepemimpinan Andi Rosman dinilai mulai menunjukkan hasil nyata, sekaligus menjadi modal penting menuju kemandirian dan ketahanan fiskal daerah. (*)