Palopo, katasulsel.com — Innalillahi… Siapa sangka, di balik halaman rumah yang terlihat biasa, tersimpan lubang penampung tinja yang diam-diam menunggu korban.

Kamis sore (9/4/2026), dua balita, AS dan Al (3 tahun), terperosok ke lubang itu dan meninggal tragis.

Kakak mereka, Arkan (9), sempat melihat mereka bermain. Tapi beberapa menit kemudian, kedua adik lenyap begitu saja.

Sandal di tepi rumah nenek menjadi petunjuk awal pencarian.

Warga yang ikut menolong akhirnya menemukan kedua balita terapung di dalam lubang penampung tinja, mulut berbusa.

Yang menarik, lubang itu sudah digali tiga bulan lalu, tapi tidak pernah dipasang penutup.

Seolah menjadi “jebakan” yang tak terlihat di lingkungan yang padat anak-anak.

IPTU Yusran Sa’buran, Kapolsek Wara Selatan, menekankan bahwa tragedi ini bukan hanya soal kelalaian orang tua, tapi juga kewaspadaan lingkungan yang minim.

“Lubang tak tertutup bisa jadi maut bagi anak-anak. Ini peringatan bagi semua warga,” ujarnya.

Warga kini menyadari, hal-hal kecil yang tampak biasa—seperti lubang penampung tinja—bisa menjadi ancaman serius.

Ashila dan Alfat pergi meninggalkan dunia, tapi tragedi mereka menyisakan pelajaran keras: rumah dan lingkungan harus aman, bukan hanya nyaman.(*)

Gambar berita Katasulsel