foto ilustrasi

Makassar, Katasulsel.com – Tiga daerah pesisir dan jalur utama di utara Sulawesi Selatan bersiap menghadapi cuaca basah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini potensi hujan ringan hingga lebat pada Rabu, 25 Februari 2026. Kali ini sorotan tertuju pada Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Barru, dan Parepare.

Tiga wilayah ini punya karakter berbeda: pesisir, jalur trans, dan kota pelabuhan. Namun besok, iramanya sama—berpotensi diguyur hujan.

Di Pangkep, hujan ringan diprakirakan turun sejak pagi. Suhu udara berada di kisaran 25–28 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 90 persen. BMKG mengingatkan masyarakat pesisir agar mewaspadai kemungkinan gelombang tinggi, terutama jika hujan disertai angin kencang.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Makassar menegaskan aktivitas nelayan perlu menyesuaikan dengan kondisi cuaca. “Kalau angin menguat dan hujan turun terus-menerus, sebaiknya tunda melaut,” ujarnya.

Bagi wilayah kepulauan, kombinasi hujan dan angin bisa menjadi “double warning”.

Berbeda dengan Pangkep, Barru diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat pada siang hingga sore hari. Suhu berkisar 24–27 derajat dengan kelembapan tinggi.

Yang jadi perhatian: jalur trans-Sulawesi yang menghubungkan Barru dan Parepare. Saat hujan deras, beberapa titik kerap tergenang dan jarak pandang menurun.

Arman, sopir bus rute Makassar–Parepare, mengaku sudah mengantisipasi kondisi tersebut. “Kalau hujan lebat sekali, biasanya kami kurangi kecepatan. Bahkan bisa tunda jalan kalau situasinya tidak aman,” katanya.

Mode hati-hati aktif.

Di Parepare, hujan ringan hingga sedang diprediksi turun sepanjang hari. Namun malam hari berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir. Suhu udara relatif stabil di 24–26 derajat dengan kelembapan mencapai 95 persen.

Sebagai kota pelabuhan, cuaca ekstrem bisa berdampak pada aktivitas bongkar muat dan distribusi hasil laut.

Seorang pedagang ikan di Pelabuhan Nusantara Parepare mengaku khawatir pasokan terganggu jika kapal nelayan tidak melaut. “Kalau cuaca buruk, kapal banyak yang sandar. Biasanya harga ikan ikut naik,” ujarnya.

Efeknya bisa terasa sampai ke dapur warga.

BMKG menempatkan Sulawesi Selatan dalam status Waspada–Siaga akibat potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. Risiko genangan, gangguan transportasi, hingga aktivitas ekonomi tetap perlu diantisipasi.

Masyarakat Pangkep, Barru, dan Parepare diimbau menyiapkan perlengkapan hujan, membatasi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, serta rutin memantau pembaruan informasi cuaca resmi.

Karena di jalur pesisir dan trans-Sulawesi, hujan bukan sekadar basah.

Ia bisa mengubah ritme aktivitas seharian.(*)