Parepare, Katasulsel.com – Kalau Ramadan tiba, irama sore di Parepare berubah total. Jalanan menuju pesisir mulai padat sejak pukul lima lewat sedikit. Motor beriringan. Mobil merayap pelan. Tujuannya satu: Pantai Lumpue.
Di sinilah pusat ngabuburit paling keren di Parepare.
Langit perlahan berubah warna. Biru muda jadi jingga. Ombak kecil memantul cahaya senja. Anak-anak muda duduk berjejer menghadap laut, sebagian sibuk dengan kamera ponsel. Konten jalan, tawa lepas, angin pantai jadi filter alami yang tak bisa dibeli.
“Kalau Ramadan, wajib ke Lumpue. Sunset-nya beda,” kata Dinda (20), mahasiswi yang datang bersama geng kampusnya. Ia mengaku hampir tiap sore mampir. “Ngabuburit di Parepare paling enak ya di sini. View-nya dapet, suasananya dapet.”
Pedagang takjil tak mau kalah. Di sepanjang akses masuk, deretan lapak berjejer rapi. Es kelapa muda, pisang ijo, bakso bakar, jalangkote panas, sampai minuman kekinian dengan topping melimpah. Aroma gorengan bercampur udara asin laut—kombinasi yang bikin iman diuji sebelum azan.
Fadli (18), siswa SMA di Parepare, menyebut Lumpue sebagai “markas Ramadan”. “Daripada nongkrong nggak jelas, mending di pantai. Sambil tunggu buka, bisa foto-foto,” ujarnya. Ia dan teman-temannya duduk di atas tikar tipis, plastik takjil sudah siap di tangan.
Fenomena ini bukan cuma soal gaya hidup. Ramadan di Parepare juga jadi penggerak ekonomi kecil. Banyak pedagang musiman muncul hanya selama bulan puasa. “Alhamdulillah, kalau sore begini cepat habis,” kata Rahma (39), penjual es buah yang lapaknya selalu diserbu pembeli menjelang magrib.
Yang menarik, ngabuburit di Parepare terasa inklusif. Anak muda, keluarga, sampai orang tua bercampur tanpa sekat. Ada yang sekadar duduk menikmati angin laut. Ada yang jogging ringan di tepi pantai. Ada juga yang memilih sudut tenang untuk membaca Al-Qur’an sebelum waktu berbuka.
Menjelang magrib, suasana makin rapat. Motor terparkir hampir tanpa celah. Laut tetap tenang, tapi daratan riuh. Lalu, ketika azan berkumandang dari masjid sekitar, semuanya seolah berhenti sejenak. Botol air dibuka. Kurma berpindah tangan. Senyum-senyum lega merekah.
Inilah wajah Ramadan di Parepare.
Kalau kota besar punya ikon ngabuburit masing-masing, Parepare punya Pantai Lumpue. Tempat ini bukan sekadar ruang terbuka, tapi panggung sosial yang hidup setiap sore Ramadan.
Bagi Anda yang mencari tempat ngabuburit paling hits di Parepare, jawabannya jelas: datanglah ke Lumpue. Duduklah menghadap laut. Biarkan senja Parepare yang menyelesaikan ceritanya.(*)



Tinggalkan Balasan