Sumatera, katasulsel.com — Pemerintah bersama DPR RI terus mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang digarap oleh Hutama Karya. Proyek strategis nasional ini dinilai krusial dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatra.
Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa keberlanjutan proyek JTTS membutuhkan sinergi kuat lintas pemangku kepentingan.
“Pembangunan JTTS terus kami dorong agar manfaatnya semakin luas, baik dari sisi konektivitas, efisiensi perjalanan, maupun dukungan dalam situasi khusus seperti pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Progres Tol Sigli–Banda Aceh Hampir Tuntas
Salah satu ruas prioritas adalah Tol Sigli–Banda Aceh sepanjang 74,2 km. Hingga kini, progres pembebasan lahan telah mencapai 94,79 persen, sementara progres konstruksi menyentuh 97,91 persen.
Sebagian besar seksi tol tersebut sudah beroperasi. Tinggal Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 25 km yang masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan rampung pada kuartal II 2026.
Menariknya, ruas ini juga difungsikan untuk mendukung pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Aceh. Sejak Desember 2025, jalur tersebut telah digunakan untuk memperlancar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat terdampak.
Tak hanya itu, Hutama Karya juga terlibat dalam pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah wilayah terdampak seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Pidie Jaya.
Dukungan ini mendapat perhatian langsung dari Komisi V DPR RI yang melakukan kunjungan kerja spesifik untuk memastikan progres berjalan sesuai target.
Koridor Jambi Dikebut, Tol Baru Disiapkan
Selain Aceh, percepatan juga dilakukan di wilayah tengah Sumatra, khususnya pada ruas Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,70 km.
Sejumlah segmen telah beroperasi, seperti Bayung Lencir–Tempino dan Tempino–Ness. Sementara itu, pembangunan pada seksi lainnya masih terus berjalan dengan progres yang bervariasi, baik dari sisi pembebasan lahan maupun konstruksi.
Sebagai pengembangan lanjutan, Hutama Karya juga menyiapkan proyek Tol Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km. Ruas ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas Jambi dengan Riau sekaligus membuka akses ke kawasan produktif.
Dukungan terhadap proyek ini juga datang dari Komisi VI DPR RI yang melakukan pengawasan langsung melalui kunjungan kerja ke Provinsi Jambi.
Dorong Ekonomi dan Respons Bencana
Keberadaan JTTS tidak hanya diproyeksikan sebagai infrastruktur konektivitas, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam kondisi darurat.
Jalan tol dinilai mampu mempercepat mobilisasi bantuan, distribusi logistik, hingga akses masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Dengan dukungan penuh pemerintah dan DPR RI, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proyek ini.
“Dukungan ini menjadi energi penting bagi kami untuk terus menghadirkan infrastruktur yang andal dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Hamdani. (*)
