📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppEnrekang, Katasulsel.com – Pemerintah Kabupaten Enrekang merespon cepat keluhan warga terkait lapak kaki lima (PKL) yang memasang box dagangan secara permanen di atas trotoar jalan. Kondisi ini mengakibatkan saluran air got tersumbat oleh tumpukan sampah dan kotoran, sulitnya petugas kebersihan melakukan pembersihan, serta potensi banjir yang kerap terjadi akibat air tidak mengalir dengan lancar.
Sejumlah warga menyatakan kekesalannya terhadap keberadaan lapak yang menutupi got dengan papan dan box jualan permanen. “Bagaimana air tidak meluap naik ke jalan sampai menyebabkan banjir kalau saluran pembuangan penuh sampah dan kotoran? Kami juga melihat petugas kebersihan kesulitan membersihkan karena lapak-lapak tersebut menutupi got dan terpasang secara permanen,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi aduan tersebut, pada Sabtu (14/02/2026), petugas terkait langsung melakukan pembersihan saluran air yang tersumbat menggunakan kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) untuk menyemprot dan membersihkan tumpukan sampah dan kotoran di got. Kegiatan ini dipantau langsung oleh Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang, didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan, Camat Enrekang, Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, serta dihadiri warga setempat.
Wakil Bupati Andi Tenri Liwang menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam menangani persoalan tersebut dengan mencari solusi terbaik untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk para PKL. “Kami pihak Pemda akan mencari tempat yang layak bagi para PKL untuk beraktivitas dan mencari rezeki. Rencananya, para pelaku UMKM akan kami satukan di lokasi yang tertata dengan baik. Selain memenuhi aspek kebersihan dan kenyamanan, tempat baru ini juga berpotensi menjadi destinasi wisata kuliner yang menarik dan tertata indah,” ujar Wabub.
Langkah cepat ini diharapkan bisa mengatasi keluhan warga sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mendukung pengembangan sektor UMKM di Kabupaten Enrekang. Pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penggunaan ruang publik berjalan tertib dan tidak mengganggu fungsi saluran air serta kebersihan kota.
Masyarakat dihimbau untuk mendukung program penataan lapak PKL dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar banjir dan masalah saluran air tersumbat tidak terulang lagi.(ZF)







Tinggalkan Balasan