JAKARTA — Setelah Lebaran. Suasana belum sepenuhnya normal. Tapi pemerintah sudah menyiapkan langkah baru.
Bukan soal libur. Bukan soal cuti. Tapi cara kerja.
Work From Home. WFH.
Satu hari dalam sepekan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan kebijakan ini sedang dimatangkan. Tidak asal jalan. Tidak semua ikut. Ada batasnya.
ASN jadi sasaran utama. Sektor swasta? Diimbau. Tapi tidak wajib.
Yang jelas, tidak semua bisa santai kerja dari rumah. Pelayanan publik tetap jalan. Tidak bisa ditinggal.
Rumah sakit, kantor pelayanan, sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat—tetap harus hadir. Tetap harus buka.
“Yang tidak terkait pelayanan publik, itu yang memungkinkan,” begitu garis besarnya.
Pemerintah masih menghitung. Masih mengkaji. Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri dilibatkan. Detailnya belum final. Tapi arahnya sudah jelas.
Kerja tidak harus selalu di kantor.
Ada alasan besar di balik ini. Bukan sekadar tren. Bukan ikut-ikutan.
Efisiensi.
Dan satu lagi—BBM.
Konsumsi bahan bakar ingin ditekan. Dunia sedang tidak baik-baik saja. Tensi geopolitik memanas. Timur Tengah bergolak. Konflik Iran, Amerika Serikat, Israel, terus bereskalasi.
Dampaknya bisa ke mana-mana. Termasuk energi.
Tapi pemerintah menegaskan: BBM di dalam negeri aman.
Tidak ada krisis. Tidak ada kelangkaan.
WFH ini lebih ke langkah antisipasi. Jaga-jaga. Sekaligus menyesuaikan pola kerja zaman sekarang.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan hal yang sama. Tidak semua sektor bisa fleksibel. Industri tetap berjalan. Perdagangan tetap buka.
Jadi jangan salah paham. Ini bukan libur tambahan.
Ini perubahan cara kerja.
Satu hari di rumah. Empat hari di kantor.
Mungkin terdengar ringan. Tapi dampaknya bisa besar.
Lebih hemat BBM. Lebih sedikit macet. Lebih banyak waktu bersama keluarga.
Atau justru sebaliknya—kerja makin panjang, karena batas rumah dan kantor jadi kabur.
Itulah yang sedang diuji pemerintah.
WFH bukan hal baru. Tapi kali ini dijadikan kebijakan nasional, meski terbatas.
Setelah Lebaran 2026, semuanya akan mulai terlihat.
Apakah ini solusi?
Atau sekadar eksperimen?
Waktu yang akan menjawab.
