📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Sidrap, Katasulsel.com — Mesin itu menyala. Tapi suaranya bukan lagi desah biasa. Ia meraung. Kasar. Seperti knalpot truk tua yang dipaksa berlari.

Hj Ammi tercekat. Di depan rumahnya, di wilayah perbatasan Manisa–Carawali, Jumat malam (13/2), mobil Daihatsu Grandmax miliknya mendadak berubah karakter. Bukan mesinnya yang rusak. Yang hilang justru bagian vital di bawah kolong: catalytic converter—katalis knalpot.

Bukan kali pertama. Dan ini bukan lagi cerita tunggal.

Di beberapa titik di Kabupaten Sidenreng Rappang, kasus pencurian katalis mulai jadi bisik-bisik yang berubah menjadi keresahan kolektif. Dari parkiran rumah, halaman toko, hingga kendaraan yang terparkir semalam suntuk, para pelaku bekerja cepat. Sunyi. Tanpa drama.

Modusnya sederhana tapi efektif. Pelaku hanya butuh waktu singkat. Dongkrak mobil. Potong bagian katalis. Angkut. Pergi.

Tak ada kaca pecah. Tak ada pintu dibobol.

Yang tersisa hanya suara mesin yang meraung liar—tanda bahwa komponen pengendali emisi itu telah raib.
Catalytic converter memang bukan barang sembarangan. Di dalamnya terdapat logam mulia seperti platinum, palladium, hingga rhodium. Harganya di pasar global tinggi. Di pasar gelap? Lebih menggiurkan lagi.

Itulah sebabnya, komponen kecil di bawah mobil itu kini jadi “emas tersembunyi” yang mengundang para pemburu cepat kaya.
Kerugian Jutaan, Trauma Berkepanjangan
Bagi korban, ini bukan sekadar soal suara bising. Tanpa katalis, emisi gas buang meningkat. Konsumsi bahan bakar bisa terganggu. Dan yang paling terasa: biaya penggantian bisa menembus jutaan rupiah.

Untuk mobil jenis niaga seperti Grandmax, beban itu bukan angka kecil.
Lebih dari itu, rasa aman warga ikut terkoyak. Jika bagian mobil yang tersembunyi di kolong pun bisa dicuri dalam hitungan menit, apa lagi yang aman?

Sidrap yang dikenal tenang, kini menghadapi fenomena kriminalitas model baru. Bukan lagi pencurian konvensional. Ini spesifik. Terarah. Bernilai tinggi.

Masyarakat harap respons cepat aparat. Bukan hanya mengungkap pelaku, tapi juga memetakan rantai penadah. Karena tanpa pasar, tak akan ada pemburu.

Patroli malam, pemantauan titik rawan, hingga penertiban pengepul logam bekas bisa menjadi pintu masuk penanganan.
Ini bukan sekadar kasus satu-dua kendaraan. Jika dibiarkan, pencurian katalis bisa menjelma tren kriminal baru di daerah.

Hj Ammi mungkin hanya satu nama dari sekian korban. Tapi suaranya—melalui mesin yang meraung—adalah alarm bagi warga Sidenreng Rappang.
Dan alarm itu kini terdengar jelas. (*)