📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppYogyarakrta, Katasulsel.com — Di banyak rumah sakit, pengadaan alat dan kebutuhan medis sering berjalan lambat, tertunda, atau tersendat birokrasi. Tapi RSUD Nene Mallomo di Kabupaten Sidenreng Rappang membalik paradigma itu.
Kamis malam, 29 Januari 2026, RSUD Nene Mallomo tampil di panggung nasional. Di ajang Mbizmarket Award 2025, rumah sakit ini meraih Best Digital Governance in Procurement Award 2025—penghargaan yang menegaskan keberhasilan rumah sakit daerah memanfaatkan digitalisasi dalam setiap lini pengadaan.
Penghargaan diterima langsung oleh Direktur RSUD Nene Mallomo, dr. Suwarta, di The Alana Yogyakarta & Convention Center, bersanding dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap yang juga menerima penghargaan serupa.
Ini bukan sekadar seremonial. Bagi RSUD Nene Mallomo, digitalisasi berarti kecepatan, akurasi, dan kesinambungan layanan kesehatan. Setiap kebutuhan medis, dari obat hingga alat kesehatan, kini dapat dikelola secara terencana, tercatat, dan mudah diawasi. Tidak ada lagi celah untuk keterlambatan atau penyimpangan—semua tercermin dalam sistem daring yang tersambung dengan lokapasar Mbizmarket.
“Digitalisasi ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah jawaban nyata untuk memastikan layanan publik, terutama kesehatan, berjalan cepat dan tepat sasaran,” kata dr. Suwarta, yang menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan rumah sakit.
Efeknya langsung dirasakan pasien dan staf rumah sakit. Ketersediaan obat, alat medis, dan kebutuhan logistik lain kini bisa diprediksi dengan tepat, sehingga pelayanan medis tidak terganggu. Kecepatan pengadaan yang sebelumnya menjadi masalah lama, kini menjadi keunggulan kompetitif.
Ajang Mbizmarket Award 2025 sendiri dihadiri perwakilan LKPP RI, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, perbankan BPD, serta jajaran pemerintah daerah dan BUMD dari seluruh Indonesia. Kehadiran RSUD Nene Mallomo di antara institusi tersebut menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya milik pemerintah daerah, tapi juga rumah sakit publik yang serius menjalankan tata kelola profesional.
Keberhasilan RSUD Nene Mallomo bukan sekadar soal penghargaan. Ini adalah peta jalan pelayanan kesehatan berbasis digital di level rumah sakit daerah. Sebuah contoh nyata bahwa modernisasi administrasi tidak harus menunggu rumah sakit swasta atau kota besar—di Sidrap, inovasi itu lahir dari komitmen untuk melayani masyarakat dengan cepat, transparan, dan akuntabel.
Penghargaan ini menegaskan satu hal: pelayanan publik yang baik dimulai dari tata kelola yang baik, dan RSUD Nene Mallomo telah menempatkan dirinya sebagai pionir dalam era digitalisasi rumah sakit di Indonesia. (*)






Tinggalkan Balasan