JAKARTA — Dunia lagi tidak baik-baik saja.
Geopolitik panas. Industri ikut goyah.
Efeknya? Selalu sama: tenaga kerja yang paling duluan kena.
Di tengah situasi itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memilih bicara tegas.
Bukan menenangkan. Tapi mengingatkan.
Jangan tunggu badai datang, baru sibuk cari pelampung.
Ancaman Itu Nyata, Bukan Isu
Yassierli tidak menutup mata.
Ketidakpastian global sudah mulai menekan industri.
Kalau industri goyah, efek berantainya jelas:
produksi turun → efisiensi → PHK mengintai.
Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan “alarm dini”.
Bukan sekadar wacana.
Ada sistem peringatan dini PHK, ada dialog dengan perusahaan, dan ada percepatan pelatihan tenaga kerja.
“Pasar kerja harus dijaga tetap hidup,” kira-kira begitu pesannya.
Masalah Lama yang Belum Selesai
Tapi ada satu problem klasik yang kembali disorot:
Lowongan ada. Tapi orang yang cocok tidak ada.
Bukan karena tidak mau kerja.
Tapi karena tidak nyambung.
Kualifikasi industri jalan ke mana…
kompetensi tenaga kerja jalan ke mana.
Akhirnya?
Lowongan menganggur. Pencari kerja juga menganggur.
Ironis.
Untuk itu, Kemnaker mendorong penggunaan platform SIAPKerja – KarirHub.
Tujuannya sederhana: biar kebutuhan perusahaan dan pencari kerja bisa “ketemu di tengah”.
Dunia Kerja Sedang Berubah Cepat
Ancaman berikutnya: teknologi.
AI bukan lagi cerita masa depan.
Ia sudah mulai “mengambil alih” banyak jenis pekerjaan.
Yang tidak siap? Tersingkir.
Makanya, Menaker mulai mendorong pelatihan vokasi—terutama untuk pekerja level menengah ke bawah.
Targetnya jelas:
bukan sekadar punya skill…
tapi skill yang dibutuhkan industri hari ini.
Pesan yang Paling Penting
Di forum bersama dunia usaha, termasuk Kamar Dagang Amerika (AmCham), Yassierli menegaskan satu hal:
Pasar kerja tidak bisa dijaga sendirian.
Harus ada kolaborasi.
Pemerintah, perusahaan, dan tenaga kerja harus jalan bareng.
Kalau salah satu tertinggal, sistemnya timpang.
Jangan Lupa: Kesempatan Harus Adil
Di tengah tekanan ekonomi, ada satu hal yang tetap dijaga:
akses kerja harus inklusif.
Termasuk untuk penyandang disabilitas.
Karena pertumbuhan ekonomi tanpa keadilan…
hanya akan memperlebar jurang.
Intinya Satu
Pesan Menaker sederhana, tapi keras:
Tantangan global tidak bisa dihindari. Tapi dampaknya bisa diperkecil—kalau bergerak cepat.
Kalau lambat?
Pasar kerja yang akan jadi korban. (*)


