
Konawe Selatan, Katasulsel.com – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat peran sosialnya di tengah masyarakat. Terbaru, kampus berbasis keislaman itu menyiapkan program rintisan Desa Binaan di Desa Aosole, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya konkret IAI Rawa Aopa dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan lokal dan penguatan nilai-nilai keislaman, Rabu (14/1/2026).
Desa Binaan ini dirancang sebagai ruang aktualisasi ilmu pengetahuan sekaligus laboratorium sosial bagi sivitas akademika. Melalui pendekatan kolaboratif, kampus ingin menjembatani konsep akademik dengan realitas persoalan desa, mulai dari penguatan sumber daya manusia hingga kemandirian ekonomi berbasis syariah.
Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Al Asri, Al Asri, M.Si, menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan komitmen ideologis yayasan dalam membumikan peran perguruan tinggi.
“IAI Rawa Aopa harus hadir memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Desa Aosole memiliki potensi besar, dan sudah menjadi tanggung jawab moral kami untuk memastikan pendidikan tinggi menjadi motor perubahan yang mendorong kesejahteraan umat,” tegas Al Asri.
Ia menambahkan, kehadiran kampus di desa tidak boleh berhenti pada kegiatan jangka pendek, tetapi harus meninggalkan jejak pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
Senada, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerja Sama IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa program Desa Binaan disusun dengan skema kemitraan lintas sektor yang terintegrasi.
“Ini bagian dari roadmap besar penguatan jejaring kerja sama kami. Kampus tidak datang membawa solusi instan, tetapi membangun pendampingan jangka panjang, mulai dari tata kelola, literasi keuangan syariah, hingga peningkatan kapasitas SDM desa,” ujar Ismail.






Tinggalkan Balasan