Tipue Sultan EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 456 Lihat semua

Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh konsistensi kolaborasi dan kemandirian masyarakat lokal dalam mengelola potensi yang dimiliki.

Secara teknis, program Desa Binaan mencakup berbagai sektor strategis. Di bidang keagamaan, IAI Rawa Aopa akan mendampingi penguatan Majelis Taklim serta penataan manajemen Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) agar lebih profesional dan berkelanjutan.

Sementara pada sektor ekonomi, akademisi kampus akan fokus pada edukasi pengelolaan keuangan syariah bagi pelaku UMKM desa, termasuk fasilitasi pemahaman sertifikasi halal sebagai nilai tambah produk lokal.

Bidang pendidikan juga menjadi perhatian serius. Kampus berkomitmen membuka akses informasi beasiswa bagi pemuda desa, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan teknologi informasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan digital tanpa kehilangan identitas lokal.

Menariknya, program ini turut melibatkan media lokal Kata Andoolo dan Kabar Panrita sebagai mitra strategis.

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memastikan transparansi program sekaligus menyebarluaskan praktik-praktik baik yang lahir dari Desa Aosole.

Publikasi yang berkesinambungan diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain di Sulawesi Tenggara untuk mengembangkan model kolaborasi serupa.

Dengan sinergi antara Yayasan Al Asri, jajaran rektorat IAI Rawa Aopa, Pemerintah Desa Aosole, serta dukungan media massa, Desa Aosole diproyeksikan menjadi desa percontohan yang mandiri, religius, dan berdaya saing.

IAI Rawa Aopa optimistis, rintisan Desa Binaan ini dapat menjadi model nasional kolaborasi pentahelix antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan media dalam mendorong pembangunan daerah berbasis nilai dan kearifan lokal. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.