📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Sidrap, katasulsel.com – Jelang Ramadan, tidak ada istilah “nanti dulu” di tubuh PT PLN (Persero). Prinsipnya satu: zero toleransi terhadap risiko. Itulah yang ditunjukkan PLN UPT Makassar melalui ULTG Sidrap saat menyikat dua potensi gangguan sekaligus di Tower 106 jalur transmisi Sidrap–Sengkang, Rabu (18/02).

Lokasinya di Desa Sappa, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo. Di sana, tim menemukan dua “bom waktu” teknis: sarang lebah yang menempel di struktur tower dan isolator yang mulai tergerus korosi. Kombinasi ini bukan perkara sepele. Selain berisiko bagi keselamatan personel, kondisi tersebut bisa menjadi titik lemah sistem transmisi—terutama menjelang Ramadan, ketika beban listrik biasanya meroket.

Manager ULTG Sidrap, Faizal Adi Nugroho, tak mau ambil risiko. Instruksinya lugas: sikat habis sebelum berdampak.

Tim langsung diterjunkan dengan perlengkapan lengkap. Seragam khusus anti-lebah, Alat Pelindung Diri (APD) standar K3, hingga prosedur sterilisasi area dilakukan sesuai protokol. Tidak ada aksi nekat, tidak ada kerja setengah hati. Semua berbasis mitigasi risiko dan presisi teknis.

“Tidak ada ruang untuk kompromi terhadap keselamatan maupun keandalan sistem. Semua potensi bahaya harus dituntaskan sebelum berdampak,” tegas Faizal.

Prosesnya bukan sekadar membersihkan sarang. Tim melakukan asesmen visual detail pada struktur baja, pengecekan kekuatan mekanis isolator, hingga penggantian komponen yang terindikasi mengalami degradasi. Pendekatannya sistemik—bukan tambal sulam.

Bagi publik, tower transmisi mungkin hanya tampak sebagai rangka baja menjulang. Namun di balik itu, ada sistem interkoneksi yang menjadi tulang punggung listrik Sulawesi Selatan. Jalur Sidrap–Sengkang adalah salah satu nadi penting yang menjaga stabilitas tegangan dan kontinuitas pasokan.

Ramadan selalu identik dengan lonjakan konsumsi listrik—mulai dari aktivitas sahur, tarawih, hingga geliat UMKM malam hari. Dalam momentum seperti ini, istilah “mati lampu” bukan sekadar gangguan teknis, tetapi bisa memicu efek domino sosial dan ekonomi.

Karena itu, langkah preventif seperti yang dilakukan di Tower 106 adalah bagian dari strategi early warning system PLN. Deteksi dini, eksekusi cepat, dan evaluasi berkelanjutan menjadi formula menjaga listrik tetap on track.

PLN ULTG Sidrap ingin mengirim pesan jelas: transmisi bukan sekadar infrastruktur, melainkan garda depan keandalan. Tidak ada kompromi, tidak ada celah.

Dengan penanganan tuntas ini, jalur Sidrap–Sengkang kembali dalam kondisi prima. PLN memastikan masyarakat Sulawesi Selatan dapat menjalani Ramadan dengan aman, nyaman, dan tanpa gangguan listrik.

Karena di balik cahaya yang menyala, ada kerja sunyi yang disikat tanpa kompromi. (edy)