Syaharuddin bahkan menjanjikan full support untuk mempercepat proses administrasi, termasuk pengurusan Amdal di tingkat provinsi.

“Kalau penandatanganan sudah ada, itu jadi pegangan kami. Kami akan dukung penuh.”

Tak hanya itu, ia bahkan menawarkan fasilitas kantor di lingkungan Kantor Bupati bagi tim PT Barito Wind Energy.

Langkah yang jarang terjadi—tapi strategis.

Koordinasi dipermudah.
Birokrasi dipercepat.

Dari pihak perusahaan, optimisme juga terlihat.

Head of Finance PT Barito Wind Energy, Teuku Nofizal, menyebut bahwa target utama saat ini adalah menyiapkan semua persyaratan teknis, termasuk dokumen Amdal, agar siap mengikuti tender.

Sementara itu, Laksmi Prasvita menegaskan ambisi besar mereka:
menjadikan Sidrap sebagai pusat PLTB terbesar dan terdepan di Indonesia.

“Semoga langkah menuju Sidrap II ini dilancarkan dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.”

Di balik semua itu, ada satu hal yang menjadi benang merah.

Sidrap tidak sekadar ingin jadi lokasi proyek.
Sidrap ingin jadi pemain utama dalam peta energi terbarukan nasional.

Dan dari Jakarta, langkah itu mulai dipercepat.

Gambar berita Katasulsel