Wajo, katasulsel.com – Kalau ada yang bilang guru mengaji dan imam cuma bekerja di balik layar, Ponpes Daarul Mu’minin As’adiyah, Wajo, membuktikan sebaliknya. Jumat (27/2), para pejuang dakwah itu dihargai dengan hadiah umroh, lengkap dengan acara buka puasa bersama yang penuh kekhidmatan di Kecamatan Penrang.

Kegiatan ini terwujud berkat dukungan PT Gebyar Cinta Sholawat dan PT Sinergi Madani Indonesia, sebagai bentuk kolaborasi mendukung program sosial dan keagamaan di Wajo.

Tak hanya itu, acara mendapat perhatian dari unsur pimpinan daerah. Kepala Kantor Kementerian Agama Wajo, Muhammad Subhan, Camat Penrang, Eka Syafran, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat turut hadir. Kehadiran mereka menegaskan, memuliakan guru mengaji dan imam bukan sekadar seremonial, tapi gerakan serius yang didukung seluruh pihak.

Pimpinan Ponpes Daarul Mu’minin As’adiyah, Agustan Ranreng, menegaskan pentingnya penghargaan ini. “Guru mengaji dan imam adalah pilar utama dalam menjaga akhlak dan keimanan masyarakat. Mereka mungkin tidak selalu terlihat, tapi perannya sangat besar dalam membentuk generasi Qur’ani,” ujarnya.

Saat penyerahan hadiah umroh, beberapa penerima tampak terharu, meneteskan air mata bahagia. Kesempatan menunaikan ibadah di tanah suci itu bagi mereka adalah karunia yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Acara kemudian berlanjut dengan buka puasa bersama, dengan fokus pada silaturahmi, doa bersama, dan mempererat ukhuwah Islamiyah di bulan suci Ramadan. Para peserta tampak hangat dan akrab, saling berbagi cerita dan tawa ringan, sambil menegaskan bahwa di Wajo, mendukung pejuang dakwah bukan sekadar kata-kata.

Ponpes Daarul Mu’minin As’adiyah kembali menegaskan pesan kuat: menghargai guru mengaji dan imam adalah investasi masa depan generasi Qur’ani di Wajo. (*)