Tipue Sultan EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 389 Lihat semua

Dan tentu saja punya keahlian profesional di bidang ekonomi Islam.

“Kami ingin melahirkan kader intelektual yang mampu bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Prospeknya juga luas.

Perbankan syariah.

Lembaga keuangan mikro syariah.

Industri halal.

Bahkan sektor kewirausahaan berbasis syariah.

Semua membuka peluang.

Kampus Daerah Tidak Mau Kalah

Selama ini banyak anak Konawe Selatan harus merantau jauh jika ingin kuliah.

Ke Kendari.

Makassar.

Bahkan ke Pulau Jawa.

Biayanya tidak kecil.

Transportasi.

Biaya hidup.

Belum lagi biaya kuliah.

Bagi sebagian keluarga, itu bukan perkara ringan.

Karena itu kehadiran Prodi Ekonomi Syariah di IAI Rawa Aopa menjadi semacam game changer.

Anak daerah bisa kuliah dekat rumah.

Biaya lebih terjangkau.

Kualitas tetap dijaga.

“Putra-putri daerah tidak perlu lagi jauh-jauh keluar kota untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang kredibel,” kata Mardan.

Pemerintah Daerah Turun Tangan

Langkah kampus ini ternyata tidak berjalan sendiri.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan ikut memberi dukungan penuh.

Bentuknya nyata.

Program UKT Setara.

Program bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa.

Belum lama ini, Pemkab Konsel menandatangani Addendum Perjanjian Kerja Sama UKT Setara Tahun Anggaran 2026.

Acara itu berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari.

Sekretaris Daerah Konsel, Ichsan Porosi, hadir langsung mewakili pemerintah daerah.

Didampingi Asisten I Ivan Ardiansyah serta Kepala BKAD Marwiyah Tombili.

Dalam kerja sama itu, IAI Rawa Aopa menjadi salah satu dari 13 perguruan tinggi mitra.

Artinya mahasiswa di kampus tersebut juga berhak mendapatkan dukungan program bantuan pendidikan.

Investasi SDM

Sekda Konsel Ichsan Porosi menyebut program UKT Setara bukan sekadar bantuan biaya kuliah.

Lebih dari itu.

Ini adalah investasi masa depan daerah.

Pemerintah daerah ingin memastikan semua anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk kuliah.

Istilah populernya: equal opportunity.

Tidak boleh ada anak yang gagal kuliah hanya karena persoalan biaya.

“Ini bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Ichsan.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan akan berdampak langsung pada pembangunan daerah.

Semakin banyak sarjana.

Semakin kuat sumber daya manusia.

Semakin cepat daerah berkembang.

Kolaborasi Kampus dan Pemerintah

Model kerja sama seperti ini mulai banyak dilakukan di berbagai daerah.

Kampus tidak bisa berjalan sendiri.

Pemerintah daerah juga tidak bisa bekerja sendirian.

Harus ada kolaborasi.

Harus ada sinergi.

Dalam bahasa populer sekarang: triple helix pembangunan — pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

IAI Rawa Aopa mencoba mengambil peran itu.

Dengan membuka Prodi Ekonomi Syariah.

Sementara Pemkab Konsel memperkuat akses pendidikan melalui bantuan biaya kuliah.

Dua langkah ini berjalan searah.

Satu membangun kualitas akademik.

Satu lagi memastikan akses tetap terbuka bagi masyarakat.

Antusiasme Diprediksi Tinggi

Pihak kampus optimistis.

Program studi baru ini akan mendapat sambutan besar dari masyarakat.

Terutama generasi muda Konawe Selatan.

Apalagi tren ekonomi syariah sedang berkembang pesat.

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.