Tipue Sultan EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 442 Lihat semua

MAKASSAR, Katasulsel.com — Awalnya terdengar menjanjikan.

Program pengadaan bibit nanas di Sulawesi Selatan digagas untuk mendorong sektor hortikultura. Petani di sejumlah daerah disebut akan mendapat bibit unggul agar produksi meningkat.

Anggaran yang disiapkan tidak main-main. Sekitar Rp60 miliar dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan.

Namun harapan itu kini berubah menjadi skandal besar.

Alih-alih menjadi cerita sukses pertanian, proyek tersebut justru berujung pada penahanan lima orang tersangka oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Yang mengejutkan, salah satu tersangka adalah mantan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan berinisial BB.

Kasus ini kini menjadi salah satu perkara korupsi paling menyita perhatian publik di Sulsel dalam beberapa tahun terakhir.

Program Pertanian

yang Berubah Arah
Program bibit nanas sebenarnya lahir dari ide sederhana: memperluas komoditas hortikultura di Sulawesi Selatan.

Nanas dipilih karena dianggap memiliki potensi pasar yang luas serta cocok dengan kondisi lahan di beberapa daerah.

Jika berjalan sesuai rencana, ribuan petani diharapkan mendapat bibit untuk ditanam di lahan mereka.

Namun di tengah perjalanan, proyek ini diduga berubah arah.

Penyidik menemukan indikasi praktik mark-up harga, pengadaan yang tidak sesuai spesifikasi, hingga dugaan distribusi bibit yang tidak jelas.

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.