📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppSidrap, katasulsel.com — Bukan emas. Bukan uang. Bahkan bukan motor. Yang dicuri kali ini hanyalah telur. Tapi justru di situlah akhir perjalanan panjang LN (34), seorang pencuri yang selama bertahun-tahun membuat warga Sidrap resah.
Kamis malam, 5 Februari 2026, di sebuah kandang ternak di Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, karier kriminal LN resmi tamat. Ia tertangkap basah saat menggasak telur ayam. Warga lebih dulu menemukannya, sebelum polisi tiba. Amarah pun tak terbendung.
LN bukan pencuri dadakan. Ia pemain lama. Bekerja sendirian. Senyap. Mengintai malam hari. Jika dirasa aman, ia masuk. Jika ada peluang, ia angkut. Telur, pakan ternak, tabung gas, mesin air, sepeda motor—apa saja yang bisa dijual cepat.
Peta aksinya panjang. Allakuang, Tanete, Bulukonyi, Massepe, Manisa, Tangkoli, Lise, Arawa, Lawawoi. Bukan hanya Sidrap, tapi juga Soppeng dan Bone. Nama LN sudah lama beredar di laporan warga. Di meja Resmob Polres Sidrap, polanya terbaca jelas.
Masalahnya satu: licin.
“Modusnya sama, cirinya sama, tapi dia selalu lolos,” kata Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Welfrick Krisyana Ambarita.
Tim Resmob PPJP Polres Sidrap yang setia dipimpin IPDA Junaidi Khadafi sebenarnya sudah mengunci identitas LN. Ia residivis curanmor. Nama lama. Wajah lama. Kasus baru. Polisi menunggu momen yang tepat.
Momen itu datang bukan dari patroli, tapi dari kandang ayam.
Saat LN kepergok warga, situasi langsung panas. Ia diamuk massa hingga babak belur. Sepeda motor Suzuki Nex hitam yang dipakainya tak ikut selamat. Dibakar di lokasi. Amarah warga seperti sudah lama menumpuk.
Bersambung…






Tinggalkan Balasan