📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Wajo, setidaknya dari sisi keuangan, masih di rel yang benar.

Beras Melejit, Wajo Diakui Nasional

Namun, cerita paling menarik datang dari sawah.

Pada Januari 2026, Bupati Andi Rosman menerima penghargaan nasional dari Presiden RI Prabowo Subianto setelah Wajo menempati peringkat ke-8 dalam Peningkatan Produksi Beras Nasional Tahun 2025.

Ini bukan penghargaan seremonial. Ini pengakuan bahwa Wajo masih kokoh sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan.

Maknanya strategis.

Pertama, ketahanan pangan. Di tengah fluktuasi global dan ancaman krisis pangan, Wajo mampu menjaga bahkan meningkatkan produksi beras. Itu bukan kerja satu malam. Itu hasil sinergi panjang antara Pemkab, OPD, penyuluh pertanian, dan tentu saja para petani.

Kedua, dampak ekonomi. Produksi naik berarti perputaran ekonomi desa bergerak. Petani punya daya tawar lebih baik. Stabilitas harga ikut terjaga.

Ketiga, legitimasi arah pembangunan. Jika prioritasnya adalah pertanian, maka penghargaan ini adalah validasi bahwa strategi tersebut tidak meleset.

Bahasa sederhananya: Wajo tidak cuma bicara pangan, tapi membuktikannya.

Tata Kelola dan Sektor Riil: Dua Kaki yang Seimbang

Tahun pertama Andi Rosman–Baso menunjukkan pola kepemimpinan yang menyeimbangkan dua kaki: tata kelola dan sektor riil.

Di satu sisi, keuangan daerah dijaga tetap sehat dengan WTP beruntun. Di sisi lain, sektor pertanian sebagai jantung ekonomi rakyat diperkuat hingga mendapat pengakuan nasional.

Sementara itu, agenda jangka menengah seperti peningkatan kualitas SDM dan pembangunan infrastruktur dasar mulai dirintis. Hasilnya memang belum spektakuler. Tapi fondasinya sudah dipasang.

Dan pembangunan memang bukan lomba sprint. Ia maraton.

Tantangan Tahun Kedua

Tahun pertama adalah fase pembuktian awal. Tahun kedua adalah fase eskalasi.

Publik tentu menunggu lebih dari sekadar tata kelola rapi dan produksi beras naik. Infrastruktur jalan harus lebih baik. Layanan kesehatan harus lebih cepat. Pendidikan harus lebih kompetitif.

Ekspektasi akan meningkat seiring capaian awal.

Jika tahun pertama adalah “bersih dan stabil”, maka tahun kedua harus menjadi “tumbuh dan berdampak”.

Bersambung…