Sidrap, katasulsel.com – Baru sebulan memimpin, Sahabuddin langsung membuat gebrakan. Kantor Disdukcapil Sidrap yang sebelumnya identik dengan antrean panjang, petugas kaku, dan birokrasi lambat, kini berubah total. Pelayanan menjadi lebih cepat, tertata rapi, dan—yang paling dirasakan—lebih ramah terhadap masyarakat.
Perubahan ini terasa nyata sejak hari-hari pertama masa kepemimpinan Sahabuddin. Proses pengurusan dokumen seperti KTP, KK, akta kelahiran, hingga administrasi lainnya kini berjalan lebih lancar. Antrean lebih tertib, petugas lebih responsif, dan informasi yang disampaikan jelas, membuat warga tak lagi gelisah saat mengurus dokumen penting mereka.
“Sekarang lebih cepat, petugas juga lebih ramah. Kami tidak bingung lagi saat mengurus dokumen,” ujar seorang warga usai mengurus administrasi kependudukan, Senin (30/3/2026). Ungkapan sederhana itu mencerminkan perubahan yang terasa nyata di masyarakat.
Langkah Sahabuddin tidak hanya sekadar mempercepat pelayanan. Dalam sebulan, ia langsung melakukan evaluasi menyeluruh: penataan ruang tunggu, pembenahan alur administrasi, hingga peningkatan kedisiplinan petugas menjadi fokus utama. Setiap detail diperhatikan agar pelayanan benar-benar berpihak pada masyarakat—dari mulai warga yang baru pertama kali datang, hingga mereka yang rutin mengurus dokumen.
Tidak hanya di kantor, koordinasi antara Disdukcapil Sidrap dengan pemerintah kecamatan dan desa juga mulai diperkuat. Tujuannya jelas: memastikan kebutuhan administrasi warga dapat ditangani lebih cepat, tanpa berbelit-belit, dan lebih manusiawi.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai langkah Sahabuddin sebagai bukti kepemimpinan yang nyata dan populis. Dalam waktu singkat, warga merasa pelayanan publik bukan lagi sekadar janji, melainkan kenyataan. Kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah pun mulai terbangun, khususnya di sektor pelayanan kependudukan.
Sidrap kini mulai menunjukkan wajah baru: pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional bukan lagi angan-angan, tapi sudah menjadi bagian dari keseharian warga. Dalam sebulan saja, Sahabuddin membuktikan bahwa perubahan itu mungkin—asal ada kepemimpinan yang tegas, cerdas, dan berpihak pada rakyat.(*)


