📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppPertanian Jadi Jangkar
Kalau ada sektor yang paling “bernyawa” di Barru, itu pertanian. Tahun 2025, produksi padi naik 21,81 persen—melampaui target nasional. Ini bukan sekadar angka, tapi sinyal bahwa Barru ikut menopang agenda swasembada pangan pusat.
Pertanian bukan cuma sektor ekonomi. Ia dijadikan jangkar kebijakan. Ketika industri belum sepenuhnya mapan, sawah dan kebunlah yang jadi bantalan ekonomi rakyat.
2.000 SK dan Efek Domino Lapangan Kerja
Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran turun. Salah satu pemicunya adalah penyerahan sekitar 2.000 SK PPPK kepada tenaga yang memenuhi syarat. Ini bukan hanya administrasi kepegawaian, tapi efek domino ekonomi: daya beli naik, konsumsi bergerak, roda usaha kecil ikut berputar.
IPM Naik, Ketimpangan Terkendali
Peneliti Muh. Asratillah membaca setahun Barru sebagai fase sinkronisasi pusat-daerah dan konsolidasi birokrasi internal. Tagline “tancap gas pembangunan” dinilai bukan sekadar gimik.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Barru kini di angka 75. Ketimpangan pendapatan di 0,345—kategori menengah rendah. Artinya, akses kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar makin terbuka, walau pekerjaan rumah belum selesai.
Pertumbuhan ekonomi ditopang pertanian dan kehutanan, disusul jasa konstruksi dan pengolahan. Formulanya klasik tapi realistis: perkuat sektor riil, baru bicara lompatan.
PR Lingkungan dan Infrastruktur
Namun, tak ada kepemimpinan tanpa catatan kaki. Produksi sampah mencapai sekitar 95 ton per hari. Ini bom waktu ekologis jika tak ditangani dengan skenario pengelolaan terintegrasi.






Tinggalkan Balasan