Tipue Sultan EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 459 Lihat semua

Mamuju, katasulsel.com — Gerbang Kota Mamuju yang biasanya hanya menjadi jalur keluar-masuk kendaraan tiba-tiba berubah menjadi titik akhir perjalanan seorang kurir narkoba.

Di tempat itu pula, sebuah paket sabu bernilai sekitar Rp525 juta gagal melanjutkan perjalanan.

Kurir yang diduga bagian dari jaringan narkoba Sidrap dibekuk aparat saat melintas di kawasan pintu gerbang kota. Barang haram yang dibawanya bukan jumlah kecil—nilainya setara setengah miliar rupiah.

Penangkapan itu langsung membuka dugaan bahwa jalur peredaran sabu di kawasan Sulawesi Barat tidak berdiri sendiri.

Ia terhubung dengan jaringan dari daerah lain di Sulawesi Selatan, termasuk Sidrap yang beberapa kali disebut dalam pengungkapan kasus narkotika lintas daerah.

Informasi yang beredar menyebutkan, aparat sudah lebih dulu mencium pergerakan kurir tersebut. Gerbang kota dipilih sebagai titik penyergapan—lokasi strategis yang membuat pelaku sulit melarikan diri.

Saat dihentikan, petugas menemukan paket sabu yang dibawa pelaku. Nilainya diperkirakan mencapai Rp525 juta jika beredar di pasar narkotika.

Angka itu memberi gambaran: kurir ini bukan pemain kecil. Ia diduga hanya bagian dari rantai distribusi yang lebih besar.

Pengungkapan ini

menegaskan bahwa jaringan narkoba sering menggunakan jalur antarprovinsi untuk mengelabui aparat. Pola serupa juga terjadi di banyak daerah, di mana kurir bergerak melalui jalur transportasi umum atau lintas kota untuk mendistribusikan sabu ke pasar lokal.

Biasanya, kurir hanya menerima bayaran sebagian kecil dari nilai barang yang dibawa. Sementara keuntungan terbesar mengalir ke bandar di belakang layar.

Misteri Bandar Besar

Yang kini menjadi pertanyaan: siapa pemilik sabu setengah miliar itu?

Kurir mungkin sudah tertangkap. Tapi bandar yang mengendalikan jaringan sering kali masih berada jauh di belakang layar.

Kasus ini membuka kembali fakta pahit bahwa perdagangan narkoba di Sulawesi tidak lagi sekadar jaringan kecil, melainkan rantai distribusi yang melintasi kabupaten bahkan provinsi.

Gerbang Kota Mamuju mungkin hanya satu titik penangkapan. Namun dari sana, aparat kini mencoba menelusuri benang panjang yang bisa saja mengarah ke jaringan yang lebih besar.(*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.