Sidrap, katasulsel.com — Seorang warga binaan asal Gowa ditemukan tergantung di dalam sel—detik-detik kejadian di Rutan Kelas IIB Sidrap terurai jelas, dari laporan penghuni hingga napas terakhir di rumah sakit.

Muhammad Taufiq Lingga, warga binaan asal Kabupaten Gowa, mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di kamar tahanan Blok A Rutan Kelas IIB Sidrap.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.33 WITA. Saat itu, petugas jaga menerima laporan dari penghuni kamar 1 Blok A. Isi laporan singkat, tapi mengagetkan—ada seorang napi tergantung dengan sarung yang terikat di ventilasi jendela kamar.

Petugas langsung bergegas. Pintu kamar A1 dibuka. Korban ditemukan dalam posisi tergantung, dengan sarung melilit leher. Tanpa menunggu lama, ikatan dilepas dan tubuh korban segera dievakuasi ke klinik rutan.

Baca Juga Terkait Kejadian ini: klik

Namun kondisi korban sudah kritis. Tekanan darah hanya sekitar 70, denyut nadi 60 kali per menit, dan saturasi oksigen berada di angka 70 persen.

Waktu berjalan cepat. Sekitar pukul 09.40 WITA, korban langsung dirujuk ke RS Nene Mallomo menggunakan ambulans. Dalam perjalanan, kondisinya terus merosot—denyut nadi melemah menjadi 50 kali per menit, saturasi oksigen turun hingga 55 persen.

Di Instalasi Gawat Darurat, tim medis langsung melakukan resusitasi jantung paru. Upaya penyelamatan berlangsung intens. Namun takdir berkata lain. Pada pukul 09.53 WITA, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi di dalam sel pun terungkap. Saat kejadian, tidak ada satu pun saksi mata. Rekan satu kamar korban sedang berada di luar sel untuk membersihkan selokan.

Sebelum kejadian, rekan tersebut sempat memanggil korban untuk memberikan rokok. Tak ada jawaban. Saat masuk ke dalam kamar, ia mendapati korban sudah tergantung. Teriakan minta tolong pun langsung pecah.

Pihak rutan menegaskan, korban merupakan warga binaan yang sebelumnya mengalami tekanan mental. Ia sempat terlibat kasus pencurian celengan masjid di dalam rutan, yang memicu kemarahan sesama penghuni.

Untuk menghindari potensi konflik, korban bahkan sempat dipindahkan ke sel khusus. Namun tekanan itu diduga masih membekas.

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.