Tipue Sultan EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 458 Lihat semua

Sidrap, katasulsel.com — Suasana Ramadan menjelang Idulfitri di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) semakin terasa meriah. Pemerintah daerah mulai mematangkan skema takbiran keliling, salat Id, hingga bazar produk lokal, sebagai kombinasi tradisi religi dan dorongan ekonomi kreatif.

Rapat koordinasi persiapan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Nurkanaah di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati, Selasa (10/3/2026), menghadirkan seluruh jajaran OPD, camat, Polres, Kodim 1420, dan Kemenag Sidrap, plus tokoh perempuan seperti Ketua TP PKK Hj. Haslindah Syaharuddin dan Ketua Dharma Wanita Andi Rieskha Rahmat.

“Takbiran keliling akan berlangsung di masing-masing kecamatan, menunggu penetapan 1 Syawal resmi dari pemerintah pusat,” jelas Nurkanaah. Ia menambahkan, start takbiran akan dipusatkan di Rumah Jabatan Bupati, menjemput rombongan dari Kecamatan Maritengngae, dan dilanjutkan menuju Empagae (Watang Sidenreng), melintasi Aka-Akae hingga Lanrang.

Yang unik, rute takbiran ini menginjak lima kecamatan sekaligus, termasuk Panca Rijang, Baranti, Lawawoi, dan Watang Pulu, sebelum kembali finis di Rumah Jabatan Bupati. Bupati Sidrap sendiri akan memimpin konvoi, menjadikan acara ini lebih simbolik sekaligus menarik antusiasme masyarakat.

Selain konvoi, pemerintah kabupaten menyiapkan Lapangan Ganggawa sebagai

lokasi salat Idulfitri tingkat kabupaten, dikoordinasi pengelola Masjid Agung Sidrap. Untuk tingkat kecamatan, salat tetap digelar di ibu kota kecamatan masing-masing, mempermudah warga mengikuti ibadah dengan nyaman.

Tidak hanya religius, persiapan Lebaran ini dikemas sekaligus sebagai ajang ekonomi kreatif. Pemkab Sidrap menyiapkan bazar busana muslim lokal, mendorong masyarakat mencintai produk daerah. Nurkanaah menegaskan, “Kami ingin masyarakat memilih produk lokal Sidrap, bukan hanya sebagai simbol kebanggaan, tapi juga dukungan nyata bagi pelaku usaha di daerah.”

Agenda ini sekaligus menunjukkan harmoni antara tradisi, kepemimpinan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dari takbiran keliling yang memadukan warna-warna lampu dan shalawat, hingga bazar kreatif yang memajang busana muslim, Sidrap menyiapkan Idulfitri penuh semarak dan makna bagi seluruh warganya.

Dengan skema ini, Sidrap tak sekadar merayakan Lebaran. Pemerintah daerah menunjukkan bagaimana agama, budaya, dan ekonomi lokal bisa berjalan beriringan, sekaligus memperkuat kebersamaan antar masyarakat dan pemerintah. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.