Sidrap, katasulsel.com — Malam takbiran di Kabupaten Sidenreng Rappang dipastikan tak biasa tahun ini. Pemerintah daerah menyiapkan perhelatan besar-besaran. Serentak di 11 kecamatan, gema takbir akan menggulung langit Sidrap, Jumat malam, 20 Maret 2026.
Persiapan tak main-main. Pemkab Sidrap sudah memanaskan mesin sejak jauh hari. Rapat koordinasi digelar, skenario disusun, rute diatur, hingga titik-titik keramaian dipetakan. Semua demi satu tujuan: menghadirkan suasana Lebaran yang hidup, meriah, dan berkesan.
Rapat penting itu dipimpin langsung Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati, Selasa (10/3/2026). Hadir pula jajaran pejabat daerah, unsur Forkopimda, hingga tokoh organisasi perempuan.
Dalam arahannya, Nurkanaah menegaskan takbiran keliling akan digelar di masing-masing kecamatan, menyesuaikan keputusan pemerintah pusat terkait penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Namun pusat perhatian tetap di jantung kota. Rombongan takbiran utama akan bergerak dari Kecamatan Maritengngae. Seluruh OPD dijadwalkan berkumpul di Rumah Jabatan Bupati, menyambut iring-iringan yang diprediksi bakal menyedot perhatian warga.
Rutenya panjang, seperti parade kemenangan. Dari Maritengngae, rombongan melaju ke Empagae, menyisir Aka-Akae hingga Lanrang. Di tengah perjalanan, arus massa akan kian membesar—bergabung dari Panca Rijang dan Baranti, melintas Lawawoi, hingga menjemput peserta dari Watang Pulu. Finisnya? Kembali ke Rumah Jabatan Bupati, dengan euforia yang dipastikan memuncak.
Tak hanya takbiran, Pemkab juga menetapkan Lapangan Ganggawa sebagai pusat salat Id tingkat kabupaten. Sementara di kecamatan, salat Id tetap digelar di ibu kota masing-masing wilayah.
Yang menarik, Lebaran kali ini juga disulap jadi panggung ekonomi rakyat. Pemkab menyiapkan bazar khusus busana muslim lokal. Harapannya sederhana tapi kuat: warga Sidrap bangga memakai produk daerah sendiri.
“Kami ingin masyarakat memilih produk lokal sebagai dukungan nyata bagi pelaku usaha kita,” tegas Nurkanaah.
Takbiran, ibadah, dan geliat ekonomi—semuanya diramu dalam satu momentum. Sidrap tak sekadar menyambut Lebaran. Daerah ini sedang merayakan kebersamaan, dengan cara yang lebih hidup.
