Takalar, katasulsel.com β Suasana upacara bendera di sebuah sekolah dasar di Takalar mendadak hening.
Bukan karena tegang.
Tapi karena takjub.
Seorang siswa berdiri tegak. Suaranya lantang. Tanpa ragu.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Ia melantunkan Undang-Undang Dasar 1945.
Hafal.
Tanpa teks.
Dialah Burhan Sabir Sabri Nursyamsu, siswa UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang yang kini menjadi perbincangan.
Aksinya sederhana. Tapi dampaknya besar.
Video penampilannya menyebar cepat. Dari satu ponsel ke ponsel lain. Dari satu grup ke grup lain.
Viral.
Bukan sekadar tontonan, tapi kebanggaan.
Di tengah arus zaman yang serba cepat, Burhan hadir membawa sesuatu yang jarang terlihatβsemangat nasionalisme dari anak seusianya.
Perhatian pun datang dari orang nomor satu di Takalar.
Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Ketua PKK Takalar Dewi Sri Ekowati Firdaus turun langsung memberikan apresiasi.
Bukan hanya pujian.
Tapi juga motivasi dan hadiah.
βIni contoh generasi muda yang patut dibina. Semangat seperti ini harus terus kita dorong,β ujar Bupati.
Bagi pihak sekolah, momen ini bukan hal biasa.
Kepala UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang, Siswaty, menyebutnya sebagai kebanggaan besar.
Ia berharap perhatian dari pemerintah menjadi pemicu semangat bagi siswa lainnya.
Bahwa berprestasi itu mungkin.
Bahwa tampil percaya diri itu penting.
Dan bahwa nilai-nilai kebangsaan masih hidup.
Kisah Burhan menjadi pengingat sederhana.
Bahwa dari ruang kelas kecil di daerah, lahir harapan besar untuk Indonesia.
Tentang generasi yang tidak hanya cerdas.
Tapi juga punya jiwa.
Jiwa nasionalisme. (*)
