Soppeng, katasulsel.com – Siapa bilang pajak itu selalu serius dan bikin pusing? Di SMAN 2 Soppeng, Rabu (7/8), suasana berbeda terasa saat 41 siswa mengikuti Pajak Bertutur 2024. Acara ini diselenggarakan Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Watansoppeng dengan tema nasional: “Lampaui Batas, Bersatu untuk Indonesia Emas”.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Soppeng, Andi Musafir. Ia tersenyum sambil menyapa siswa-siswi: “Kami senang sekolah kami dipilih sebagai bagian dari Pajak Bertutur. Semoga kalian paham pentingnya pajak, bukan cuma angka di kertas, tapi untuk membangun negeri.”
Selanjutnya, Kepala KP2KP Watansoppeng, Andi Asrizal Fauzie, tampil memberikan materi. Bukan ceramah membosankan, materi disampaikan dengan storytelling. Ada sesi tanya jawab, ada diskusi interaktif, bahkan beberapa siswa sempat bercanda tentang pajak: “Pak, kalau kita bayar pajak bisa dapat hadiah?” SAR (eh, maksudnya Kepala KP2KP) tersenyum, “Hadiahnya negara yang kuat, sekolah yang bagus, jalan yang mulus.”
Andi Asrizal menjelaskan, pajak bukan sekadar uang yang dibayarkan. “Pajak adalah instrumen penting untuk menggerakkan perekonomian bangsa. Kita hadir di sini untuk memberi pemahaman, dan tentu berharap kalian, generasi penerus, bisa selalu mengisi kegiatan dengan hal positif, mengembangkan minat bakat, sekaligus jadi warga negara yang taat pajak,” ujarnya menutup sesi.
Para siswa antusias. Dari menulis catatan, bertanya, sampai berdiskusi dengan teman-teman. Sekolah dan pajak, yang biasanya terdengar formal dan kaku, jadi asik dan berwarna.
Di akhir acara, semua setuju satu hal: pajak memang serius, tapi belajar tentang pajak bisa menyenangkan kalau disampaikan dengan cara yang tepat. Dan SMAN 2 Soppeng sudah membuktikannya. (*)

Tinggalkan Balasan