SOPPENG, katasulsel.com – Bupati Soppeng Suwardi Haseng menunjukkan arah kepemimpinan yang semakin tegas dalam membangun fondasi hukum daerah. Dalam pertemuan dengan Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel Andi Basmal, Rabu (1/4/2026), Suwardi menegaskan bahwa regulasi daerah tidak boleh lagi sekadar administratif, tetapi harus menjadi instrumen perlindungan dan penguatan ekonomi lokal.
“Kami ingin regulasi di Soppeng benar-benar memberi dampak, terutama dalam melindungi potensi daerah,” ujar Suwardi.
Pernyataan tersebut mencerminkan pergeseran pendekatan Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinannya—dari sekadar menjalankan kewajiban legislasi menuju pemanfaatan Perda sebagai alat strategis pembangunan.
Bupati Ambil Peran Kunci
Dalam forum tersebut, Suwardi tidak hanya menyambut kunjungan, tetapi juga mengambil posisi aktif dalam mendorong kolaborasi dengan Kementerian Hukum. Ia menegaskan kesiapan daerah untuk memperkuat sinergi, khususnya dalam pembentukan regulasi yang berkualitas dan perlindungan kekayaan intelektual (KI).
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga identitas sekaligus nilai ekonomi produk lokal yang selama ini belum sepenuhnya terlindungi secara hukum.
Lindungi Potensi, Hindari Klaim
Isu perlindungan KI menjadi perhatian serius. Sejumlah komoditas unggulan seperti kopi mata bulu, kopi tungke’, cabe tappaning, kaloa, hingga tembakau dinilai memiliki potensi besar, namun juga rawan diklaim pihak lain jika tidak segera didaftarkan dan dilindungi.
Di sinilah peran kepemimpinan daerah diuji. Suwardi mendorong agar seluruh potensi tersebut tidak hanya dikenal, tetapi juga memiliki kekuatan hukum yang jelas melalui regulasi daerah.
Regulasi Berbasis Dampak
Kakanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, dalam kesempatan yang sama mengingatkan pentingnya harmonisasi produk hukum daerah agar memiliki kepastian hukum. Namun, arah yang dibangun dalam pertemuan ini memperlihatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Soppeng tidak sekadar mengejar jumlah Perda, melainkan kualitas dan dampaknya bagi masyarakat.
Dengan dukungan lintas perangkat daerah, strategi ini diharapkan mampu menjadikan regulasi sebagai alat perlindungan sekaligus pengungkit ekonomi lokal.
Soppeng Menuju Daerah Berbasis Identitas
Langkah yang diambil Bupati Suwardi Haseng memperlihatkan upaya membangun Soppeng sebagai daerah yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga memiliki identitas ekonomi berbasis kekayaan lokal yang terlindungi.
Jika konsisten dijalankan, arah kebijakan ini berpotensi menempatkan Soppeng sebagai salah satu daerah yang berhasil memanfaatkan regulasi sebagai instrumen perlindungan, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat nasional.


