Makassar, Katasulsel.com – Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tapi juga “musim berbagi” bagi korporasi. Di tengah tekanan ekonomi dan naik-turunnya order transportasi online, Maxim tancap gas memperkuat dukungan bagi mitra pengemudi di Sulawesi Selatan.
Lewat program tahunan bertajuk berbagi Ramadan, Maxim menyalurkan paket sembako dan hampers Lebaran untuk ratusan mitra pengemudi di Makassar dan Parepare. Program ini digelar di kantor cabang masing-masing kota, menyasar mitra lanjut usia, mitra disabilitas, hingga pengemudi dengan keterbatasan ekonomi.
Isinya bukan sekadar simbolis. Paket sembako mencakup beras, minyak goreng, gula, dan mie instan—komoditas yang paling diburu jelang Lebaran. Selain itu, ada pula hampers berisi kudapan khas Hari Raya.
Head of Subdivision Maxim Makassar, Muh Andry Pratama, menyebut Ramadan sebagai momentum untuk “menguatkan ekosistem”.
“Ramadan menjadi momen berbagi dan saling menguatkan. Kami ingin mitra pengemudi benar-benar merasakan bahwa Maxim hadir dan peduli. Bantuan ini mungkin sederhana, tapi semoga bisa membantu kebutuhan sehari-hari dan memberi semangat di bulan penuh berkah,” ujarnya.
Senada, Head of Subdivision Maxim Parepare, Abdul Rahman Fitrah, menegaskan program ini bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, dukungan terhadap mitra adalah bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Di lapangan, bantuan ini terasa nyata.
Abra, salah satu mitra pengemudi di Makassar, mengaku terbantu dengan paket sembako yang diterimanya. “Sangat bermanfaat untuk keluarga, apalagi di bulan Ramadan ini untuk masak buka puasa dan sahur,” katanya.
Tak berhenti di sembako, Maxim juga menggulirkan kebijakan populer: potongan aplikator nol persen bagi mitra penyandang disabilitas. Skema ini dinilai sebagai langkah afirmatif untuk menciptakan playing field yang lebih adil di industri ride-hailing.
Yang paling ditunggu? Bonus Hari Raya (BHR)—versi aplikator dari THR. Maxim memastikan BHR siap disalurkan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mitra pengemudi.
Secara nasional, program berbagi ini digelar serentak di 56 kota. Sementara penyaluran BHR direncanakan menjangkau lebih dari 100 kota di Indonesia.
Di tengah persaingan ketat industri transportasi online, langkah ini menjadi sinyal bahwa perang tarif bukan satu-satunya strategi. Ada narasi kesejahteraan mitra yang kini ikut dipertaruhkan.
Bagi Maxim, Ramadan bukan hanya soal berbagi berkah, tapi juga investasi sosial jangka panjang—membangun loyalitas dan memperkuat ekosistem transportasi online yang inklusif. (*)

Tinggalkan Balasan