📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppSidrap, katasulsel.com — Ultah ke-682 Kabupaten Sidenreng Rappang bukan cuma seremoni adat dan nostalgia sejarah. Di tengah suasana khidmat rapat paripurna, ada “kado fiskal” yang bikin suasana makin semringah: Rp15 miliar bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan langsung bantuan tersebut.
Dana itu diplot untuk mendongkrak infrastruktur dan memperkuat sektor strategis daerah—terutama pertanian yang sejak lama jadi tulang punggung ekonomi Bumi Nene Mallomo.
Tak berhenti di angka Rp15 miliar, bantuan alat mesin pertanian ikut mengalir. Combine harvester dan traktor roda empat disiapkan untuk memastikan sawah tak sekadar hijau di foto, tapi produktif di musim panen.
Momentum ini tak disia-siakan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif. Di hadapan forum resmi, Syahar membeberkan rapor setahun pemerintahannya.
Ia mengklaim angka kemiskinan terus ditekan, pertumbuhan ekonomi bergerak naik, dan cakupan jaminan kesehatan hampir menyentuh 100 persen. Sektor pertanian pun disebut mengalami peningkatan produksi. “Ini kerja kolektif,” kira-kira begitu pesan yang ingin ditegaskan.
Bahasa politiknya: konsolidasi dan sinergi. Bahasa rakyatnya: hasilnya harus terasa.
Ulang tahun kali ini seperti panggung evaluasi terbuka.
Dana segar dari provinsi jadi suntikan moral sekaligus ujian. Publik tentu tak sekadar ingin angka-angka manis dalam laporan tahunan. Mereka menunggu bukti konkret—jalan yang lebih baik, irigasi yang lancar, harga gabah stabil, dan pelayanan publik yang makin cepat.
Di usia 682 tahun, Sidrap sedang memosisikan diri sebagai daerah yang tak ingin jalan di tempat. Dana sudah turun. Rapor sudah dipamerkan. Sekarang tinggal pembuktian di lapangan. (*)






Tinggalkan Balasan