Tipue Sultan — Sulsel Editor
Redaktur Katasulsel.com, mengawal isu publik dan pembangunan daerah
Artikel: 535 Lihat semua

Parepare, Katasulsel.com — Peta politik tidak disusun di akhir.

Ia dibangun pelan-pelan. Jauh sebelum hari pencoblosan.

Dan sore itu, di Kebun Raya Jompie, Syaharuddin Alrif terlihat sedang mengerjakannya.

Bukan sekadar konsolidasi.

Ini konsolidasi kekuatan.

Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan itu memanfaatkan momentum silaturahmi dan buka puasa untuk merapikan barisan di Dapil Sulsel II.

Didampingi Andi Rachmatika Dewi, serta tuan rumah Tasming Hamid, arah politik mulai ditegaskan.

2029 bukan lagi wacana jauh.

Sudah mulai dihitung.

Syaharuddin bicara data.

Dari sembilan daerah di Dapil Sulsel II, enam telah dimenangkan NasDem dalam Pilkada.

Artinya—basis kekuasaan sudah terbentuk.

Dan dalam politik, basis adalah segalanya.

“Ini modal besar untuk kita tingkatkan,” kira-kira begitu pesan yang ingin ditegaskan.

Langkah berikutnya—agresif.

Di Parepare, target kursi legislatif melonjak dari tiga menjadi delapan.

Bukan sekadar ambisi.

Tapi sinyal.

Bahwa NasDem Sulsel tidak ingin hanya bertahan—melainkan mendominasi.

Namun yang lebih menarik adalah strategi di baliknya.

Syaharuddin tidak hanya bicara angka.

Ia mendorong kader untuk naik level.

Dari legislatif ke eksekutif.

Dari pemain—menjadi penentu.

Tasming Hamid dijadikan contoh konkret.

Bahwa jalur itu terbuka.

Dan bisa dimenangkan.

Konsolidasi pun tidak akan berhenti di Parepare.

Sudah disiapkan agenda lanjutan di berbagai daerah—termasuk rencana pertemuan di Danau Matano.

Artinya, ini bukan kegiatan seremonial.

Ini gerakan terstruktur.

Bertahap.
Dan berkelanjutan.

Selama ini, komunikasi dengan pemerintah provinsi sering berjalan lewat jalur birokrasi.

Namun Syaharuddin tampak ingin membangun kekuatan politik dari internal terlebih dahulu.

Mengunci soliditas.
Menguatkan kader.
Baru kemudian bergerak lebih luas.

“Partai ini dibangun dengan kerja keras dan konsistensi,” ujarnya.

Kalimat normatif.

Tapi dalam konteks ini—itu adalah garis komando.

Di Jompie, tidak ada deklarasi besar.

Tidak ada slogan berlebihan.

Tapi yang terlihat jelas:

Mesin politik sudah dipanaskan.

Dan di tangan Syaharuddin Alrif—NasDem Sulsel sedang mengatur ritme, untuk satu tujuan:

Menang lebih besar di 2029. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.