📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppJakarta, katasulsel.com — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif memimpin langsung kunjungan Pemerintah Kabupaten Sidrap ke Direktorat Irigasi dan Rawa, Kementerian PUPR, Rabu pagi, 4 Februari 2026. Audiensi dan koordinasi itu berlangsung sekira pukul 08.30 Wita di Selong, Jakarta Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Syaharuddin menyampaikan apresiasi kepada Menteri PUPR dan jajaran Direktorat Jenderal atas dukungan pembangunan dan perbaikan irigasi di Kabupaten Sidrap yang telah berjalan sepanjang 2025.
“Dengan kondisi irigasi yang semakin baik, baik irigasi pusat, provinsi, maupun kabupaten, alhamdulillah pertanian di Sidrap di 2025 menunjukkan peningkatan yang signifikan,” ujar Syaharuddin.
Syaharuddin Alrif pun memaparkan data lonjakan produksi padi Sidrap, dari sekitar 400 ribu ton menjadi lebih dari 600 ribu ton. Kenaikan tersebut diikuti peningkatan nilai ekonomi sektor pertanian dari sekitar Rp2 triliun menjadi Rp4,5 triliun.
Capaian ini dinilai sebagai bukti langsung bahwa perbaikan sistem irigasi berdampak nyata terhadap produktivitas pertanian. Air yang terdistribusi lebih stabil membuat intensitas tanam meningkat dan risiko gagal panen berkurang.
Berangkat dari hasil tersebut, Pemkab Sidrap melalui Bupati kembali mengajukan dukungan lanjutan kepada Kementerian PUPR untuk tahun anggaran 2026. Target yang disampaikan cukup tegas, yakni peningkatan produksi padi hingga 1 juta ton.
“Kami datang lagi untuk meminta bantuan dan support lanjutan. Harapannya, capaian 600 ribu ton ini bisa kami tingkatkan menjadi 1 juta ton pada 2026,” kata Syaharuddin.
Dalam audiensi itu, Bupati Sidrap didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, yakni Sekda Andi Rahmat Saleh, Kadis Bina Cipta Karya dan Tata Ruang Abdul Rasyid, Kadis PSDA Andi Safari Renata, Kaban BKAD Sahabuddin, Kaban Bapperida Herwin, serta Kadis Koperasi Adly.
Kehadiran unsur teknis, perencana, dan pengelola anggaran menunjukkan bahwa agenda irigasi ditempatkan sebagai kebijakan lintas sektor. Irigasi tidak hanya dipahami sebagai pembangunan fisik, tetapi sebagai fondasi peningkatan produksi, penguatan ekonomi petani, dan keberlanjutan sektor pangan daerah.
Sidrap menilai capaian 2025 sebagai pijakan awal. Fokus 2026 diarahkan pada peningkatan skala produksi dengan memaksimalkan jaringan irigasi yang sudah ada, sekaligus memperkuat dukungan infrastruktur lanjutan dari pemerintah pusat.
Dengan rekam jejak peningkatan produksi dan nilai ekonomi yang terukur, Pemkab Sidrap datang ke Kementerian PUPR tidak sekadar menyampaikan rencana, tetapi membawa hasil yang telah dicapai. Target 1 juta ton pun diajukan dengan dasar kinerja, bukan sekadar proyeksi.
Jika dukungan pusat kembali diperoleh dan pelaksanaan teknis berjalan konsisten, Sidrap berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penopang utama produksi pangan di Sulawesi Selatan.
Irigasi menjadi kunci. Dan Sidrap sudah membuktikan dampaknya. (edybasri)






Tinggalkan Balasan