Sidrap, katasulsel.com — Penampilan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, di ajang PSBM 2026 bukan sekadar formalitas. Ia tampil dengan gaya yang berbeda—tenang, terukur, tapi penuh percaya diri saat “menjual” potensi daerahnya.
Di hadapan peserta forum, Syaharuddin Alrif tidak banyak basa-basi. Ia langsung masuk pada kekuatan utama Sidrap: pangan.
Cara bicaranya lugas. Tidak berputar-putar.
Setiap kalimat yang disampaikan terasa terarah, seolah sudah dipetakan dengan matang.
Ia menyebut telur, beras, dan kopi sebagai tiga kekuatan utama Sidrap. Bukan sekadar potensi, tapi sudah berjalan dan siap dikembangkan lebih besar.
Respons peserta pun terlihat jelas.
Beberapa tampak mengangguk, sebagian lainnya fokus mencatat.
Tidak sedikit yang kemudian berdiskusi setelah sesi berlangsung. Nama Sidrap mulai sering disebut dalam percakapan kecil di dalam forum.
“Kalau presentasinya seperti ini, orang jadi mudah paham. Tidak rumit,” ujar salah satu peserta.
Kesan kuat muncul bukan hanya dari data yang dibawa, tapi dari cara penyampaiannya. Syaharuddin Alrif terlihat menguasai materi, sekaligus memahami bagaimana menarik perhatian investor.
Di momen tertentu, ia bahkan menekankan bahwa Sidrap tidak ingin hanya dikenal sebagai daerah produksi.
Lebih dari itu, Sidrap ingin menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pangan.
PSBM 2026 pun menjadi panggung yang tepat.
Bukan hanya memperkenalkan potensi, tapi juga membangun kepercayaan.
Dan di titik itu, gaya komunikasi menjadi kunci.
Syaharuddin Alrif tampaknya memahami betul hal tersebut.
Ia tidak sekadar berbicara sebagai kepala daerah.
Tapi tampil seperti seorang “salesman” yang yakin dengan produk yang ditawarkan.
Produk itu bernama: Sidrap.(*)


