ENREKANG, Katasulsel.com — Tidak ada waktu untuk santai.
PGRI Cabang Alla memilih bergerak cepat. Bahkan, bisa dibilang diam-diam tapi pasti. Targetnya satu: tidak sekadar hadir di POSENIJAR PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Sidrap.
Rapat koordinasi digelar di Gedung PKG Kecamatan Alla, Selasa (7/4/2026). Tidak banyak basa-basi. Agenda langsung ke inti: siapa siap, siapa turun, dan bagaimana caranya menang.
Di ruangan itu, pengurus cabang, ranting, hingga kepala sekolah duduk bersama. Suasananya bukan sekadar rapat biasa. Lebih mirip ruang strategi.
Ketua PGRI Cabang Alla, Harianto, membuka dengan kalimat yang langsung menekan.
“Ini bukan sekadar lomba. Ini soal marwah organisasi,” katanya.
Kalimat itu cukup. Tidak panjang, tapi jelas arah.
POSENIJAR bukan ajang pelengkap. Bagi Alla, ini panggung. Dan panggung tidak boleh diisi dengan setengah hati.
Nama-nama mulai dipetakan. Guru yang punya bakat olahraga, seni, hingga literasi didata ulang. Tidak asal kirim. Yang turun harus siap.
Jadwal latihan pun disusun. Tapi dengan satu syarat: tidak mengganggu tugas utama mengajar. Di sinilah kecermatan diuji.
Soal logistik, juga dibicarakan. Dukungan sekolah jadi kunci. Tanpa itu, semangat saja tidak cukup.
Yang menarik, antusiasme terlihat jelas. Tidak ada yang setengah hadir. Semua ingin terlibat. Semua ingin punya peran.
Dari Alla, gelombang kecil itu mulai bergerak.
Tidak bising. Tapi terarah.
Dan jika ritme ini terjaga, bukan tidak mungkin—di Sidrap nanti—nama Alla tidak hanya disebut sebagai peserta. Tapi sebagai penantang. (*)


