Edy Basri EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 360 Lihat semua

JAKARTA – Debut Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand 2026 bukan sekadar pembuka musim biasa.

Di Sirkuit Chang, Buriram, Minggu (1/3/2026), pembalap muda asal Wonosari, Yogyakarta, ini langsung bikin geger.

Bersama Honda Team Asia, Veda finis di posisi kelima, menandai langkah awal yang menggetarkan untuk karier balapnya.

Sejak latihan bebas, Veda sudah menunjukkan taring. Kecepatan dan ketenangan yang ia tunjukkan membuatnya langsung lolos ke sesi utama tanpa harus melalui Q1.

Tidak mudah bagi seorang debutan berusia 17 tahun menembus papan atas di lintasan internasional, tapi Veda mampu melakukannya dengan kepala dingin.

Meski selisihnya +9,687 detik dari pemenang David Almansa (Intact GP), penampilan Veda mendapat sorotan dari tim, pengamat, dan fans.

Di tengah keriuhan podium yang belum diraih, Veda tetap tersenyum optimis. “Hari ini luar biasa. Mendapat posisi kelima di balapan pertama saya sangat bagus,” ujarnya melalui akun Instagram resmi Honda Team Asia.

Namun yang paling menarik, ia menatap balapan berikutnya di Brasil dengan ambisi besar. “Kalau bisa podium, kenapa tidak? Saya akan belajar banyak dari balapan pertama ini dan berjuang di Brasil,” kata Veda tegas, menebar optimismenya.

Seri Brasil 2026 akan berlangsung di Autodromo

Internacional Ayrton Senna, Goiania, pada 20–22 Maret. Trek baru, pesaing baru, dan pengalaman baru menanti, tapi Veda tidak gentar.

Thailand menjadi pembelajaran berharga: strategi menyalip, manajemen ban, hingga menjaga fokus di setiap tikungan. Semua itu ia simpan sebagai bekal untuk menghadapi sirkuit Brasil.

Veda tahu, debutnya menarik perhatian dunia balap. Fans Indonesia kini menaruh harapan besar padanya. Dukungan itu menjadi bahan bakar semangat, mendorongnya tampil lebih berani.

Posisi kelima hanyalah awal; podium di Brasil bisa menjadi batu loncatan menuju karier profesional yang gemilang.

Di usianya yang masih muda, Veda menunjukkan sikap yang jarang dimiliki pembalap debutan: percaya diri tanpa arogan, berani ambil risiko, tapi tetap disiplin. Semua itu membuatnya jadi pembalap muda yang layak diperhitungkan.

Thailand hanyalah panggung pertama. Brasil adalah ujian sesungguhnya. Tapi jika Thailand adalah pemanasan, Veda sudah siap gaspol di Brasil.

Dan satu hal pasti, Indonesia punya satu pembalap muda yang tidak hanya siap berlaga, tapi juga siap menatap podium dengan optimisme tinggi.(edy)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.