Orang mulai kembali melirik Selayar—bukan hanya sebagai kampung halaman, tapi juga destinasi.
Fathia, pekerja yang bolak-balik Makassar–Selayar, merasakan perubahan paling nyata.
“Dulu sulit sekali. Sekarang jauh lebih cepat dan murah,” katanya.
Ia berharap subsidi ini tidak berhenti di tengah jalan.
Sebab bagi wilayah kepulauan, akses adalah segalanya.
Dari sisi operator, Fly Jaya Air tak menutup mata. Program ini bukan sekadar bisnis, tapi dorongan kebijakan.
Station Representative wilayah Ujung Pandang, Syarir, menyebut dukungan Pemprov Sulsel jadi kunci.
“Kami sangat berterima kasih bisa mendukung program ini, termasuk rute-rute di Sulawesi hingga Balikpapan,” ujarnya.
Namun pertanyaannya belum selesai.
Apakah subsidi ini akan berkelanjutan?
Atau kembali berhenti saat angka penumpang belum cukup?
Sebab sejarahnya sudah ada: rute ini pernah mati.
Kini dihidupkan lagi—dengan suntikan anggaran.
Di satu sisi, ini membuka akses.
Di sisi lain, ini jadi ujian: apakah Selayar siap menangkap peluang, atau kembali kehilangan momentum saat subsidi berhenti?
Langit sudah dibuka.
Tinggal siapa yang siap terbang lebih jauh. (*)


