Tipue Sultan — Sulsel Editor
Redaktur Katasulsel.com, mengawal isu publik dan pembangunan daerah
Artikel: 466 Lihat semua

SIDRAP, Katasulsel.comProgram Studi Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar rapat evaluasi dan penguatan program pada Jumat (13/3/2026).

Rapat tersebut membahas dua agenda utama, yakni evaluasi strategi penjaringan mahasiswa baru serta revisi struktur kurikulum.

Pertemuan yang berlangsung di lantai dua Gedung FKIP UMS Rappang itu dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian, Jusman Tang, S.Pd., M.Pd., dan diikuti oleh jajaran dosen serta pengelola program studi.

Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting dalam menentukan arah pengembangan dan keberlanjutan program studi di tengah tantangan dunia pendidikan vokasi yang semakin kompetitif.

Dalam sesi evaluasi penjaringan mahasiswa baru, forum rapat menyepakati sejumlah langkah strategis guna meningkatkan angka partisipasi calon mahasiswa.

Salah satu strategi yang dioptimalkan adalah jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memberikan peluang bagi calon mahasiswa dengan pengalaman kerja relevan untuk mengonversi pengalaman tersebut menjadi satuan kredit semester (SKS). Melalui skema ini, masa studi diharapkan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas capaian pembelajaran.

Selain itu, program studi juga memperkuat sosialisasi penerapan sistem blended learning. Skema pembelajaran ini memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang bekerja atau berdomisili jauh dari kampus.

Proses pembelajaran dapat dilakukan secara daring

melalui platform SPADA dan aplikasi Zoom, sementara kehadiran secara luring tetap diwajibkan pada tahapan akademik penting seperti ujian proposal, seminar hasil, dan ujian penelitian.

Pihak program studi menegaskan bahwa inovasi tersebut tidak akan mengurangi standar Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

Strategi lain yang turut disepakati adalah pendekatan persuasif melalui penguatan komunikasi interpersonal kepada calon mahasiswa dan para pemangku kepentingan.

Langkah ini bertujuan membangun kepercayaan publik terhadap kualitas lulusan Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian serta meningkatkan daya tarik program studi di masyarakat.

Tidak hanya fokus pada aspek promosi, rapat juga membahas revisi struktur kurikulum. Program studi berencana melakukan perampingan mata kuliah agar lebih padat, relevan, dan tidak tumpang tindih.

Penyesuaian ini diharapkan mampu membantu mahasiswa lebih fokus pada penguasaan kompetensi inti yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian, Jusman Tang, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh sivitas akademika dalam menjaga eksistensi dan penguatan program studi ke depan.

“Keberlanjutan program studi sangat bergantung pada kerja sama dan kontribusi kita bersama. Tidak ada keberhasilan yang dicapai secara individu dalam upaya memperkuat posisi pendidikan vokasi pertanian di masa depan,” ujarnya. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.