SIDRAP, Katasulsel.com — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidenreng Rappang menggelar Pengajian Ramadan 1447 Hijriah di Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Aktualisasi Tauhid Murni dalam Amal Usaha Muhammadiyah untuk Mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin.” Pengajian menghadirkan tiga narasumber dari jajaran pimpinan kampus.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Prof.Dr. H.Jamaluddin Ahmad, S.Sos,M.Si, membawakan materi tentang aktualisasi tauhid murni dalam kehidupan serta tinjauan praksis dalam pengelolaan amal usaha Muhammadiyah.
Materi kedua disampaikan Wakil Rektor IV UMS Rappang yang juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sidenreng Rappang, Dr. drs.H.Syamsu T, M.pd, dengan topik Rekonstruksi Akidah Islam Berkemajuan.
Sementara itu, Wakil Rektor III UMS Rappang, Dr.Herman D,S.Pd,.S.I.P,.M.Si, memaparkan materi tentang Pengembangan Cabang, Ranting, dan Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Umat.
Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Islam (LPPI) UMS Rappang, Saifullah, S.Pd,.M.Pd, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pengajian Ramadan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sidenreng Rappang bersama seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengajian yang sebelumnya dilaksanakan oleh pimpinan wilayah dan pimpinan pusat Muhammadiyah.
“Tema yang diangkat juga merupakan turunan dari pengajian pimpinan wilayah dan pimpinan pusat Muhammadiyah, yakni tentang aktualisasi nilai-nilai tauhid dalam kehidupan, khususnya dalam pengelolaan amal usaha Muhammadiyah untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin,” kata Saifullah.
Ia menjelaskan, dalam perspektif Muhammadiyah, tauhid tidak hanya dimaknai sebagai hubungan ritual antara manusia dan Tuhan, tetapi juga harus teraktualisasi dalam kehidupan sosial.
“Tauhid harus memberi dampak nyata dalam kehidupan, termasuk dalam pengelolaan amal usaha Muhammadiyah,” ujarnya.
Saifullah
Sementara itu, Rektor UMS Rappang Prof. Jamaluddin Ahmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian ini merupakan tindak lanjut dari Pengajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Menurutnya, pimpinan wilayah berpesan agar seluruh peserta pengajian dapat menurunkan kembali materi yang diperoleh kepada pimpinan di tingkat daerah, cabang, hingga ranting.
“Jika tidak memungkinkan membuat kegiatan besar seperti ini, pengajian bisa dilaksanakan di masjid-masjid, misalnya setelah salat Subuh, apalagi saat ini masih dalam suasana Ramadan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja digabungkan dengan PD Muhmmadiyah Sidrap, ITKeSMU dan civitas akademika UMS Rappang agar menjadi momentum mempererat silaturahmi antara warga Muhammadiyah.
Dalam materinya, Prof. Jamaluddin juga menekankan pentingnya pengelolaan aset persyarikatan Muhammadiyah secara profesional.
Menurutnya, banyak masyarakat yang mempercayakan aset seperti rumah, ruko, hingga tanah kepada Muhammadiyah untuk dikelola.
“kita juga harus memperhatikan pengelolaan aset yang ada. Jangan sampai amanah besar yang diberikan kepada kita dalam bentuk aset dan amal usaha justru membuat kita lalai dalam menjaga nilai-nilai tauhid karena tidak mampu mengelolanya dengan baik.,” katanya.
Ia menambahkan, di Kabupaten Sidenreng Rappang perangkat pengkaderan Muhammadiyah telah lengkap, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Bahkan, UMS Rappang kini tengah mencetak lulusan doktor.
“Dengan kondisi ini, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengelola dan mengembangkan amal usaha Muhammadiyah dengan baik,” kata Prof.Jamaluddin. (*)

Tinggalkan Balasan