Makassar, katasulsel.com – Tahapan akhir Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 memasuki fase krusial. Panitia Pemilihan Rektor (PPR) bersama Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas mematangkan seluruh aspek teknis jelang penentuan pucuk pimpinan kampus merah itu.

Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Rabu (7/1/2026) di Ruang Rapat MWA, Gedung Rektorat Unhas. Rapat dihadiri Ketua MWA Unhas Prof. Andi Alimuddin Unde, Ketua PPR Prof. Hasanuddin Tahir, serta unsur rektorat, Senat Akademik, dan MWA.

Hasil rapat menyepakati pelaksanaan Pemilihan Rektor Unhas akan digelar pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di Kampus Unhas Jakarta, Petojo. Penetapan waktu dan lokasi ini merupakan hasil konsultasi langsung pimpinan MWA dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek).

Pemilihan di Jakarta dinilai paling realistis untuk mengakomodasi agenda sejumlah anggota MWA, khususnya dari unsur ex-officio dan tokoh masyarakat nasional. Di antaranya Mendikti Saintek, Ketua IKA Unhas yang juga Menteri Pertanian, serta anggota MWA dari unsur masyarakat seperti CEO Freeport Tony Wenas, pengusaha Arsyad Rasjid, dan ilmuwan Prof. Sangkot Marzuki.

Panitia memastikan seluruh tahapan akan dikemas dalam Rapat Paripurna Terbuka Luar Biasa MWA, yang menjadi forum resmi penentuan rektor baru Unhas.

Dalam agenda tersebut, tiga calon rektor akan memaparkan visi, gagasan, dan arah kebijakan kampus ke depan melalui penyampaian kertas kerja. Ketiganya adalah Prof. dr. Budu, Prof. Ir. Jamaluddin Jompa, dan Prof. Sukardi Weda.

Usai pemaparan, anggota MWA akan melakukan pendalaman melalui sesi tanya jawab yang dipandu moderator Prof. Andi Pangerang Moenta. Forum ini menjadi ruang uji gagasan sekaligus penilaian strategis terhadap kepemimpinan akademik para kandidat.