Tipue Sultan — Sulsel Editor
Redaktur Katasulsel.com, mengawal isu publik dan pembangunan daerah
Artikel: 505 Lihat semua

Katasulsel.com, Teheran — Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang lebih berbahaya. Minggu malam (15/3/2026), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melancarkan serangan rudal strategis ke Israel, untuk pertama kalinya menggunakan rudal Sejjil berbahan bakar padat sejak eskalasi konflik besar antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Serangan ini merupakan bagian dari Operasi Janji Sejati 4, gelombang serangan balasan ke‑54 yang dilakukan Iran setelah serangan udara skala besar oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Saat itu, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei beserta beberapa komandan senior dan warga sipil tewas. Balas dendam Iran pun dimulai, tapi peluncuran rudal Sejjil kali ini menandai lonjakan risiko yang serius.

Rudal Sejjil bukan main-main. Ini adalah rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat, dengan kemampuan membawa hulu ledak besar dan jangkauan hingga 2.000 kilometer. Artinya, sebagian besar wilayah Israel dan target strategis lainnya kini dalam jangkauan langsung. IRGC menegaskan rudal ini menargetkan pusat manajemen dan pengambilan keputusan yang memengaruhi operasi militer Israel.

Selain Sejjil, IRGC juga menembakkan rudal Khorramshahr super berat dengan hulu ledak dua ton, Khaybar-shekan, Qadr, dan Emad. Targetnya? Infrastruktur militer, fasilitas strategis, dan lokasi-lokasi penting yang memengaruhi kekuatan pertahanan Israel. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut sasaran berhasil dijangkau di “jantung wilayah pendudukan”.

Serangan ini menegaskan satu hal: Iran kini tidak lagi sekadar membalas serangan, tapi mulai bermain dengan senjata strategis yang bisa mengubah peta konflik. Bagi Israel dan AS, ini alarm besar. Ancaman rudal balistik yang lebih presisi dan mematikan menambah tekanan, apalagi jalur udara dan jalur minyak di Teluk kini menjadi area yang sangat berisiko.

Sejak serangan awal pada akhir Februari, banyak fasilitas militer dan sipil Iran mengalami kerusakan. Namun, menurut laporan, Iran masih menahan sebagian persenjataannya—artinya, potensi eskalasi berikutnya bisa

jauh lebih besar jika kedua pihak terus saling membalas.

Dampak konflik ini tidak hanya di medan perang. Harga minyak global melonjak, pasokan energi dunia terguncang karena ancaman di Selat Hormuz. Para analis memperingatkan, jika ketegangan tidak mereda, ekonomi global bisa terdampak lebih serius.

Di Israel, sistem pertahanan udara Iron Dome bekerja keras menghadapi gelombang serangan rudal, namun para pakar militer menilai, serangan dengan rudal Sejjil menandai pergeseran baru yang lebih berbahaya. Bahan bakar padat Sejjil membuat peluncuran lebih cepat dan sulit dideteksi, sehingga peluang menghantam target kunci lebih tinggi.

Bagi Iran, penggunaan Sejjil adalah simbol kekuatan dan kapasitas balasan. Bagi dunia, ini peringatan keras: konflik yang semula terlihat terbatas bisa menjadi konfrontasi berskala besar. Beberapa pengamat bahkan memperingatkan kemungkinan efek domino, menarik negara-negara Teluk dan bahkan Lebanon, Suriah, hingga wilayah Mediterania ke dalam pusaran perang.

Sejumlah laporan juga menyebut koordinasi Iran dengan Hizbullah dan kelompok sekutu di kawasan menjadi lebih intens. Ini menandai pola baru dalam perang proxy, di mana konflik lokal bisa menyebar lebih cepat karena keterlibatan aktor regional.

Hingga kini, tekanan internasional untuk gencatan senjata meningkat, tapi tanda-tanda meredanya ketegangan belum terlihat. Rudal Sejjil yang sudah ditembakkan adalah bukti nyata bahwa Iran siap menghadapi konfrontasi lebih keras.

Dalam konteks global, eskalasi ini membuat negara-negara besar dunia, termasuk China, Rusia, dan Uni Eropa, memantau ketat perkembangan. Mereka khawatir jika konflik ini terus berlanjut, stabilitas kawasan Timur Tengah bisa meledak, dengan efek domino di ekonomi, energi, dan politik internasional.

Singkatnya, dengan peluncuran rudal Sejjil, Iran menaikkan taruhan. Konflik ini tidak lagi sebatas perang udara dan rudal standar, tapi memasuki fase perang strategis yang menegangkan dunia. Setiap detik, dunia menunggu langkah berikutnya.(*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.