Brasil, Katasulsel.com — Duel itu sudah terasa… bahkan sebelum lampu start menyala.
Di barisan depan Moto3 Brasil 2026, satu rivalitas mulai mencuat: Hakim Danish melawan Veda Ega Pratama.
Bukan sekadar dekat. Tapi sangat dekat.
Di sesi kualifikasi, Danish mencatat selisih +0,207 detik dari pole position. Sementara Veda tepat di belakangnya dengan +0,265 detik.
Selisih keduanya?
Hanya 0,058 detik.
Kurang dari satu kedipan mata di lintasan.
Itulah yang membuat duel ini diprediksi bakal “habis-habisan” sejak lap pertama.
Start dari posisi ketiga, Hakim Danish memang sedikit lebih di depan. Tapi posisi keempat milik Veda Ega Pratama justru berada di jalur ideal untuk langsung menekan.
Di Moto3, posisi seperti ini sering jadi titik awal duel sengit. Pembalap di P4 biasanya punya momentum slipstream, punya ruang untuk menyodok, dan punya target jelas: rider tepat di depannya.
Dan kali ini—target itu adalah Danish.
Bukan tidak mungkin, sejak tikungan pertama, keduanya sudah saling tempel.
Jika melihat data kualifikasi secara keseluruhan, barisan depan memang sangat rapat.
Joel Esteban mengunci pole dengan waktu 1:26,241. Di belakangnya, Valentin Perrone tertinggal +0,206 detik.
Lalu Danish di +0,207.
Dan tepat di belakang—Veda di +0,265.
Empat pembalap ini praktis berada dalam satu kelompok waktu yang sangat sempit. Tapi di antara semuanya, jarak Danish dan Veda yang paling “menggoda”.
Karena terlalu dekat untuk diabaikan.
Terlalu tipis untuk tidak diperebutkan.
Di belakang mereka, Marco Morelli (+0,319) dan Brian Uriarte (+0,594) mulai menunjukkan adanya gap kecil.
Artinya, fokus utama balapan kemungkinan besar akan terjadi di empat besar—dan duel Danish vs Veda bisa jadi episentrum.
Sementara pembalap lain seperti Joel Kelso, Ryusei Yamanaka, Rico Salmela, hingga Alvaro Carpe harus bekerja ekstra keras untuk menutup jarak.
Yang membuat duel ini semakin menarik adalah momentum.
Veda Ega Pratama datang ke Brasil dengan kepercayaan diri tinggi. Di seri debutnya, ia langsung finis di posisi kelima dan mengantongi 11 poin.
Kini, dengan start di posisi keempat, ia punya peluang lebih besar.
Sementara Hakim Danish berada satu langkah di depan—tapi dengan tekanan dari belakang.
Tekanan yang tidak bisa dianggap ringan.
Karena Veda bukan tipe pembalap yang menunggu.
Ia tipe yang menekan.
Balapan Moto3 Brasil akan digelar Minggu (22/3) pukul 22.00 WIB.
Dan jika melihat peta persaingan…
Duel ini hampir tak terhindarkan.
Antara P3 dan P4.
Antara selisih 0,058 detik.
Antara dua pembalap muda yang sama-sama lapar.
Saat lampu padam nanti, satu hal hampir pasti:
Veda Ega Pratama dan Hakim Danish tidak akan saling memberi ruang.
Mereka akan bertarung.
Habis-habisan.(*)


