Jakarta, katasulsel.com – Balapan di Circuit of the Americas bukan cuma soal siapa tercepat di lintasan. Ada efek domino yang langsung terasa di klasemen. Dan kali ini, Veda Ega Pratama jadi salah satu yang paling merasakannya.
Usai Moto3 Amerika 2026, peta persaingan berubah drastis. Maximo Quiles langsung tancap gas di puncak klasemen dengan 65 poin. Ia bukan sekadar memimpin—ia mulai menciptakan gap, sesuatu yang krusial di fase awal musim.
Di sisi lain, Veda justru mengalami “free fall”. Dari posisi ketiga, ia terjun ke peringkat ketujuh dengan 27 poin. Bukan hanya kehilangan poin, tapi juga kehilangan momentum—mata uang paling mahal dalam kejuaraan panjang seperti Moto3.
Di paddock, situasi seperti ini sering disebut: “double loss”—gagal finis dan kehilangan posisi sekaligus.
Persaingan papan atas kini mulai membentuk pola. Alvaro Carpe menempel di posisi kedua dengan 42 poin, diikuti Valentin Perrone (38 poin) dan Guido Pini (36 poin). Nama terakhir bahkan datang dengan “confidence boost” usai kemenangan dramatis di Austin.
Artinya jelas: ini bukan lagi persaingan terbuka, tapi sudah masuk fase “elite group”—sekumpulan rider yang mulai konsisten mengumpulkan poin.
Veda? Untuk sementara keluar dari lingkaran itu.
Yang lebih menarik, tekanan kini datang dari bawah. Brian Uriarte mulai mendekat dengan 22 poin. Gap hanya 5 poin—jarak yang bisa hilang dalam satu balapan. Ini yang biasa disebut “zona rawan”—ketika posisi belum aman, tapi tekanan sudah datang dari belakang.
Sementara Hakim Danish masih di posisi ke-14 dengan 9 poin, belum jadi ancaman langsung, tapi tetap bagian dari dinamika persaingan yang tidak bisa diabaikan.
Jika ditarik lebih dalam, klasemen ini mengirim satu pesan tegas: konsistensi mulai mengalahkan kecepatan semata.
Veda sudah membuktikan punya pace—bahkan sempat mencetak fastest lap di Austin. Tapi di kejuaraan, yang dihitung bukan seberapa cepat, melainkan seberapa sering finis di depan.
Di level ini, DNF adalah “musuh utama”. Sekali saja terjadi, dampaknya bisa berlapis—ke poin, ke mental, hingga ke posisi tawar di lintasan.
Sementara itu, dominasi konstruktor juga mulai terlihat. KTM memimpin dengan 45 poin, meninggalkan Honda di angka 36. Ini bukan sekadar angka—ini soal paket mesin, akselerasi, dan stabilitas yang mulai menunjukkan keunggulan.
Tim pun tak kalah sengit. CFMoto Aspar Team melesat dengan 97 poin, diikuti Leopard Racing (65) dan Red Bull KTM Ajo (64). Sementara Honda Team Asia—tim Veda—masih tertahan di 27 poin.
Artinya, tekanan bukan hanya ke pembalap, tapi juga ke tim untuk segera menemukan paket yang lebih kompetitif.
Di balik semua angka ini, ada satu narasi besar: musim 2026 mulai memasuki fase pemisahan. Siapa yang konsisten, dia yang bertahan di atas. Siapa yang terpeleset, langsung terlempar.
Bagi Veda, ini bukan akhir. Tapi jelas ini titik krusial. Ia harus segera “reset”—bukan hanya soal riding, tapi juga soal manajemen balapan. Kapan harus menyerang, kapan harus mengamankan poin.
Karena di Moto3, gelar tidak dimenangkan oleh yang paling nekat. Tapi oleh yang paling cerdas membaca risiko.
Austin sudah memberi pelajaran mahal. Tinggal bagaimana Veda membayarnya di seri berikutnya. (*)
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Maximo Quiles – CFMoto Aspar Team – KTM: 65
Alvaro Carpe – Red Bull KTM Ajo – KTM: 42
Valentin Perrone – Red Bull KTM Tech3 – KTM: 38
Guido Pini – Leopard Racing – Honda: 36
Marco Morelli – CFMoto Aspar Team – KTM: 32
Adrian Fernandez – Leopard Racing – Honda: 29
Veda Ega Pratama – Honda Team Asia – Honda: 27
David Almansa – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – KTM: 25
Brian Uriarte – Red Bull KTM Ajo – KTM: 22
Rico Salmela – Red Bull KTM Tech3 – KTM: 19
Adrian Cruces – CIP Green Power – KTM: 16
Casey O’Gorman – Sic58 Squadra Corse – Honda: 12
Scott Ogden – CIP Green Power – KTM: 10
Hakim Danish – Frinsa MT Helmets MSI – KTM: 9
Joel Esteban – LevelUp MTA – KTM: 7
Eddie O’Shea – GRYD MLav Racing – Honda: 7
Matteo Bertelle – LevelUp MTA – KTM: 7
David Munoz – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – KTM: 6
Joel Kelso – GRYD MLav Racing – Honda: 6
Ryusei Yamanaka – Frinsa MT Helmets MSI – KTM: 2
Marcos Uriarte – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – KTM: 2
Ruche Moodley – BOE Motorsports – KTM: 1
Klasemen Konstruktor:
KTM: 45
Honda: 36
Klasemen tim:
CFMoto Aspar Team: 97
Leopard Racing: 65
Red Bull KTM Ajo: 64
Red Bull KTM Tech 3: 57
Liqui Moly Dynavolt Intact GP: 33
Honda Team Asia: 27
CIP Green Power: 26
LevelUp MTA: 14
GRYD MLav Racing: 13
SIC58 Squadra Corse: 12
MT Helmets – MSI: 11
BOE Motorsports: 1
Hasil Balapan Moto3 Amerika 2026
Guido Pini – Leopard Racing – Honda
Maximo Quiles – CFMoto Aspar Team – KTM
Alvaro Carpe – Red Bull KTM Ajo – KTM
Valentin Perrone – Red Bull KTM Tech 3 – KTM
Adrian Fernandez – Leopard Racing – Honda
Adrian Cruces – CIP Green Power – KTM
Rico Salmela – Red Bull KTM Tech 3 – KTM
Brian Uriarte – Red Bull KTM Ajo – KTM
Matteo Bertelle – LevelUp MTA – KTM
Scott Ogden – CIP Green Power – KTM
Eddie O’Shea – GRYD MLav Racing – Honda
Marco Morelli – CFMoto Aspar Team – KTM
Hakim Danish – MT Helmets MSI – KTM
Marcos Uriarte – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – KTM
Jesus Rios – Rivacold Snipers Team – Honda
Ruche Moodley – BOE Motorsports – KTM
Nicola Carraro – Rivacold Snipers Team – Honda
Ryusei Yamanaka – MT Helmets MSI – KTM
Cormac Buchanan – BOE Motorsports – KTM
Leo Rammerstorfer – Sic58 Squadra Corse – Honda
Gagal finis:
Zen Mitani – Honda Team Asia – Honda
Casey O’Gorman – Sic58 Squadra Corse – Honda
Joel Esteban – LevelUp MTA – KTM
Joel Kelso – GRYD MLav Racing – Honda
Veda Ega Pratama – Honda Team Asia – Honda


