📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Sidrap, katasulsel.com — Pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sidrap periode 2025–2028 bukan sekadar seremoni. Di Aula Saromase SKPD Sidrap, Selasa (27/1), sebanyak 107 dokter dilantik sekaligus—sebuah angka yang menegaskan besarnya kekuatan medis yang kini siap digerakkan untuk menjawab tantangan kesehatan di Bumi Nene Mallomo.

Pelantikan dipimpin Wakil Ketua II IDI Wilayah Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. Bachtiar Baso, M.Kes, kepada jajaran pengurus yang diketuai dr. Syafruddin, Sp.B. Momentum ini turut disaksikan langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, serta Kajari Sidrap Adhy Kusumo Wibowo.

Yang membedakan pelantikan ini dari agenda serupa adalah pesan tegas yang disampaikan IDI Wilayah Sulsel. Dr. Bachtiar Baso tidak hanya mengucapkan selamat, tetapi menitipkan mandat strategis kepada seluruh pengurus IDI Sidrap agar menjadi mitra aktif pemerintah daerah.

“Tidak boleh ada anak yang kekurangan gizi di Sidrap. Ini bukan sekadar program, tetapi tanggung jawab moral. IDI harus berdiri di garis depan,” tegas Bachtiar Baso.

Pesan tersebut menempatkan dokter bukan hanya sebagai pelayan medis, melainkan aktor kunci pembangunan manusia. Sinergi dengan visi dan misi kepala daerah, khususnya dalam perbaikan gizi dan kesehatan dasar, disebut sebagai keniscayaan.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif pun merespons dengan langkah konkret. Ia mengungkapkan komitmen besar pemerintah daerah melalui alokasi anggaran BPJS Kesehatan gratis sebesar Rp52 miliar pada tahun 2026—melonjak tajam dibanding tahun 2024 yang hanya Rp19 miliar.

“Dengan anggaran ini, tidak ada lagi alasan masyarakat menunda atau malas berobat. Negara hadir dan menjamin kesehatan warganya,” kata Syaharuddin.

Lebih jauh, Syaharuddin menantang IDI Sidrap untuk berperan langsung dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dengan capaian IPM Sidrap tahun 2025 sebesar 84,14, ia menargetkan Sidrap menembus peringkat tiga besar di Sulawesi Selatan.

Bersambung…

“Kesehatan adalah penopang utama IPM. Saya minta IDI ikut mengawal target besar ini. Kita ingin Sidrap dikenal sebagai daerah dengan pelayanan kesehatan terbaik di Sulsel,” ujarnya.

Dengan dilantiknya 107 pengurus baru, IDI Sidrap kini tidak hanya memikul mandat organisasi, tetapi juga kontrak sosial bersama pemerintah dan masyarakat—menjaga kualitas hidup, menekan persoalan gizi, dan memastikan kesehatan menjadi fondasi kemajuan daerah.